Minggu, 01/08/2021 18:27 WIB

Masih Langka, Prospek Buah Naga Kuning Menggiurkan

Berdasarkan data registrasi kebun buah naga per Januari 2020, lahan buah naga yang teregistrasi seluas 129.648, 68 hektare yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.

Buah naga kuning. (Foto: Ditjen Hortikultura)

Jakarta, Jurnas.com - Umumnya buah naga memiliki kulit berwarna merah. Tapi siapa sangka, meskipun tidak banyak, ternyata di Indonesia sudah ada buah naga yang berkulit kuning.

Prospek bisnis buah naga kuning sendiri cukup menggiurkan. Karena keberadaannya yang masih langka. Harga buah naga kuning masih sangat mahal, kisaran Rp100.000 – Rp225.000 per kilogramnya.

Asroful Uswatun, perempuan asal Jember adalah salah satu petani yang sudah lumayan lama menggeluti budidaya buah naga kuning ini.

Uswatun mengatakan, rasa buah naga kuning lebih  manis dan kandungan air yang lebih tinggi dibandingkan buah naga berkulit merah pada umumnya, menjadikan buah naga kuning memiliki keunikan tersendiri.

Selain itu, buah naga kuning ini juga dipercaya mempunyai kandungan antioksidan dan karoten yang tinggi. Sehingga tidak heran kalau buah naga kuning banyak diminati terlebih pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

"Kami sangat bersyukur permintaan buah naga terutama buah naga kuning, tidak mengalami penurunan di masa-masa sulit seperti sekarang ini," kata Uswatun pada Senin (22/6).

Walaupun budidaya buah naga kuning perlu perhatian lebih, tetapi sebanding dengan keuntungan yang didapat. Di pasar modern, buah naga kuning dengan Grade A dihargai Rp225.000 – Rp250.000 per kilonya yang berisi kurang lebih 4 buah saja.

"Sedangkan untuk Grade B dan C biasanya dijual secara online dengan kisaran harga jual antara Rp100.000–Rp175.000 per kilonya. Padahal untuk buah naga merah harganya hanya berkisar antara Rp. 20.000 – Rp40.000 per kilogram," lanjut Uswatun.

Selain menjual buah naga kuning, Uswatun juga berusaha memenuhi permintaan benihnya. "Cukup kewalahan memenuhi permintaan pasar karena kami hanya dapat menyediakan 5.000 benih per bulan," ujarnya.

"Padahal permintaan dari berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Medan, Batam, Pontianak, Makassar dan Jayapura mencapai sekitar 50.000 benih per bulan," lanjut dia.

Sebagai infotmasi, Uswatun yang merupakan pemilik Mitra Tani Unggul juga melakukan kemitraan dengan petani di sekitar wilayahnya. Bahkan petani dari luar Kabupaten Jember seperti Bali.

Uswatun mengungkapkan jika buah naga kuning lebih cocok ditanam pada dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 – 1.500 mdpl. Untuk Kabupaten Jember, buah naga kuning banyak dibudidayakan di daerah Batu.

"Dari segi budidaya, buah naga kuning mempunyai masa panen yang lebih singkat dari pada buah naga jenis lain, dari masa berbunga sampai berbuah," kata Uswatun.

Tetapi dari segi perawatannya, lanjut Uswatun, buah naga kuning yang memiliki batang yang kecil ini lebih sensitive sehingga membutuhkan perawatan yang sangat intensif.

Di tengah masa pandemi ini, Uswatun berharap agar situasi yang tidak kondusif bias cepat berlalu. Meskipun, situasi sekarang ini dirasakannya cukup berat, namun Uswatun tetap optimis bahwa usaha di bidang buah-buah anakan bisa terus berkembang.

"Baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri maupun untuk ekspor," tambah dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa buah naga merupakan salah satu buah unggulan nasional. Hal ini dibuktikan dengan nilai ekspor buah naga tahun 2019 senilai USD210.463.

"Meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD143.473," ujar Prihasto.

Dalam beberapa kesempatan, Prihasto mengungkapkan akan terus meningkatkan pengembangan buah unggulan sehingga dapat menembus pasar ekspor seperti yang diamanatkan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

"Semoga dengan pasar ekspor buah naga yang semakin terbuka lebar, dapat sejalan untuk peningkatan ekspor buah naga, terutama ke negeri tirai bambu yang pasarnya besar," pungkasnya

Saat ini, sudah terbuka akses pasar ke China, sudah empat produk hortikultura yang sukses masuk ke pasar China, yaitu Lengkeng, Pisang, Salak dan Manggis, kini satu lagi produk unggulan hortikultura buah naga dipersiapkan masuk pasar China.

Berdasarkan data registrasi kebun buah naga per Januari 2020, lahan buah naga yang teregistrasi seluas 129.648, 68 hektare yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.

Di Indonesia saat ini terdapat lima (packing house) yang telah diregistrasi oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan baik pusat maupun daerah. "Semoga dengan terpenuhinya persyaratan ini, buah naga kita segera bisa ekspor ke negeri China," tambahnya.

TAGS : Buah Naga Buah Naga Kuning Ekspor China Prihasto Setyanto Asroful Uswatun




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :