Sabtu, 24/07/2021 13:54 WIB

Iran Kecam Eropa Soal Penindasan AS terhadap Demonstran

George Floyd tewas akibat seorang perwira polisi AS yang berlutut di lehernya selama lebih dari delapan menit.

Warga New York memprotes kematian George Floyd di Washington Square Park di New York City, Amerika Serikat pada 6 Juni 2020 (Foto: Tayfun Co┼čkun / Anadolu Agency)

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran mengecam negara-negara Eropa karena menutup mata terhadap tindakan keras Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung terhadap demonstrasi antirasisme yang damai.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi di akun Twitternya pada Sabtu (20/6), juga mengecam pemerintah AS karena menyangkal hak rakyatnya untuk bernafas.

"Sementara rezim AS menyangkal hak bernafas kepada rakyatnya sendiri & secara brutal menekan protes damai, keheningan memekakkan telinga yang disebut sebagai juara hak asasi manusia di Eropa & di luar, menunjukkan, sekali lagi, ketidaktulusan mereka, kemunafikan & standar ganda," katanya.

AS telah menyaksikan demonstrasi massa menentang kekerasan polisi dan diskriminasi rasial setelah kematian seorang pria Afrika-Amerika yang tidak diborgol di Minneapolis pada tanggal 25 Mei.

George Floyd tewas akibat seorang perwira polisi AS yang berlutut di lehernya selama lebih dari delapan menit. Kematiannya, terekam dalam video, memicu protes jalanan di seluruh AS, yang disambut dengan tanggapan polisi yang semakin berat.

Orang-orang di negara-negara Eropa tertentu juga turun ke jalan-jalan dalam solidaritas dengan aksi unjuk rasa AS dan menghancurkan patung dan monumen yang mengagungkan perbudakan dan kolonialisme.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran (Kemenlu) mengatakan, waktunya sudah tiba bagi masyarakat internasional untuk meminta rezim AS bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusianya baik di dalam maupun di luar perbatasannya.

"Sudah saatnya dunia bekerja untuk pertanggungjawaban hak asasi manusia rezim AS di dalam dan luar negeri," kata Kemenlu Iran. (Press TV)

TAGS : George Floyd Iran Amerika Serikat Eropa




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :