Rabu, 24/07/2024 01:59 WIB

Qatar Airways Tak Ambil Pesawat Baru dari Boeing atau Airbus

Al-Baker mengulangi peringatan kepada pembuat pesawat bahwa penolakan untuk mematuhi permintaan maskapai dapat membahayakan bisnis di masa depan di antara mereka.

Qatar Airways (Foto: Reuters)

Doha, Jurnas.com - Chief Executive Officer Qatar Airways, Akbar Al Baker mengatakan, Qatar Airways tidak akan mengambil pesawat baru yang dipesan dari Boeing atau Airbus pada 2020 atau 2021.

Qatar Airways memesan puluhan miliar dolar pesawat dari dua pembuat pesawat terbesar di dunia. Namun, mengatakan tidak akan mengambil pesawat baru dan sebaliknya akan menyusutkan armadanya sekitar 200 jet.

"Cukup banyak (pengiriman) yang akan ditunda. Kami telah memberi tahu Boeing dan Airbus bahwa kami tidak akan naik pesawat tahun ini atau tahun depan," kata al-Baker dalam sebuah wawancara di Sky News.

"Semua pesawat lain yang kami miliki dengan pesanan yang seharusnya dikirimkan kepada kami dalam dua atau tiga tahun ke depan, sekarang akan didorong kembali ke selama hampir delapan hingga 10 tahun," sambungnya.

Al-Baker mengulangi peringatan kepada pembuat pesawat bahwa penolakan untuk mematuhi permintaan maskapai dapat membahayakan bisnis di masa depan di antara mereka.

"Jika mereka tidak mematuhi persyaratan kami, (maka) kami harus meninjau hubungan bisnis jangka panjang kami dengan mereka," katanya, seraya menambahkan bahwa maskapai tidak lagi membutuhkan 30 pesanan tegas untuk Boeing 737 MAX yang telah ditempatkan.

"Kami telah memberi tahu Boeing bahwa kami harus menggantinya dengan pesawat jenis lain ... kami tidak akan memerlukan lagi 737 MAX," tambahnya.

Al-Baker juga mengatakan Qatar Airways akan terus mendukung pemilik British Airways IAG setelah meningkatkan kepemilikannya di grup maskapai penerbangan pada Februari.

"Ini adalah investasi strategis. Kami akan terus menjadi investor di IAG," katanya. "Jika perlu, ya, kami akan menyuntikkan ekuitas ke IAG." (Memo)

KEYWORD :

Qatar Airways Akbar Al Baker Boeing Airbus




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :