Sabtu, 18/09/2021 14:01 WIB

Carolina Utara Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Langkah ini menjadikan Durham kota pertama yang melarang pelatihan pasukannya oleh polisi dan militer Israel. 

Warga New York memprotes kematian George Floyd di Washington Square Park di New York City, Amerika Serikat pada 6 Juni 2020 (Foto: Tayfun Co┼čkun / Anadolu Agency)

Washington, Jurnas.com - Sebuah kota di Carolina Utara, Amerika Serikat (AS), memutuskan untuk melarang polisinya berlatih dengan militer Israel, menyusul pembunuhan brutal polisi terhadap orang kulit hitam Amerika George Floyd.

Dewan kota Durham memilih dengan suara bulat 6-0 untuk mengadopsi larangan itu, setelah petisi aktivis mengumpulkan lebih dari 1.400 tanda tangan di tengah hari protes global terhadap rasisme dan kebrutalan polisi yang dipicu oleh pembunuhan Floyd.

Dewan kota Durham mengatakan larangan itu meluas ke negara mana pun yang menawarkan pelatihan gaya militer kepada kepolisiannya.

"Pasukan Pertahanan Israel dan Polisi Israel memiliki sejarah panjang kekerasan dan bahaya terhadap orang-orang Palestina dan orang-orang kulit berwarna Yahudi," bunyi petisi itu seperti dilansir dari The New Arab.

"Mereka tetap menggunakan taktik pembunuhan di luar proses pengadilan, kekuatan berlebihan, profil rasial dan penindasan keadilan sosial," tambahnaya.

"Taktik ini semakin memiliterisasi pasukan polisi AS yang berlatih di Israel, dan pelatihan ini membantu polisi menteror komunitas kulit hitam dan cokelat di AS," kata petisi itu.

Durham kota pertama yang melarang pelatihan pasukannya oleh polisi dan militer Israel. Namun, kemungkinan akan diikuti pihak berwenang di seluruh AS untuk mengatasi rasisme anti-Hitam dan kebrutalan polisi di tengah beberapa protes terbesar di negara itu.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia dan aktivis telah mengklaim bahwa penggunaan kekuatan mematikan dipicu oleh pertukaran informasi dua arah dan pelatihan antara polisi berpangkat tinggi yang bertanggung jawab atas kekerasan ini di AS dan pejabat keamanan Israel.

Kematian Floyd memicu curahan kemarahan publik tentang kebrutalan polisi yang bermotif rasial, memicu seruan untuk penggundulan departemen kepolisian di Amerika dan mereformasi kurikulum sekolah untuk memasukkan sejarah kolonial

Pada Minggu (7/6), mayoritas anggota dewan di Minneapolis, tempat Floyd terbunuh, telah memilih untuk menghapuskan departemen kepolisian kota, kurang dari dua minggu setelah pembunuhan Floyd yang tidak bersenjata.

TAGS : George Floyd Tindakan Rasisme Amerika Serikat Militer Israel




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :