Rabu, 26/01/2022 06:42 WIB

Kolaborasi Penyuluh dan KWT Kabupaten Bandung Wujudkan Pekarangan Pangan Lestari

KWT Dahlia Mekar Mandiri meraih juara 1 tingkat Provinsi Jawa Barat pada peringatan Hari Pangan Sedunia, pada 2017 meriah juara 1 lomba Kampung Hidroponik tingkat Kabupaten Bandung, dan 2015 meraih juara 1 KWT Terbaik tingkat Kabupaten Bandung.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia Mekar Mandiri. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Sejak tahun 2014, Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia Mekar Mandiri, Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat sudah menata lahan demplot yang ada untuk ditanami aneka komoditas pertanian yang kini akrab dengan istilah Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

"Sudah berjalan 6 tahun kami mengelola lahan demplot seluas 0,8 hektare untuk ditanami aneka komoditas pertanian utamanya sayuran dan kami juga sudah memiliki greenhouse khusus untuk persemaian teknologi hidroponik," jelas Ketua KWT Dahlia Mekar Mandiri, Iim Rohimah.

"Dari sekitar 150 kepala keluarga di desanya, 40 rumah tangga sudah memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing untuk dapat memenuhi konsumsi pangan dan gizi keluarga masing-masing," ujarnya.

Iim menambahkan dirinya bersama dengan 30 orang anggota KWT yang seluruhnya ibu-ibu warga Desa Margahurip dengan tekun mengelola lahan demplot, mulai dari melakukan pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen pascapanen dan pemasaran.

Keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan P2L, KWT Dahlia Mekar Mandiri tidak lepas dari pendampingn yang diberikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Eruh Pujatmana.

Dalam pendampingannya, Eruh selau melakukan penyuluhan terkait pemanfaatan pekarangan, bagaimana mengembangkan teknologi hidroponik, dan pembinaan kelompok.

"Aneka sayuran seperti kangkung, pakcoy, selada, bawang daun, dan seledri ditanam di lahan P2L dan ditanam menggunakan pot/polybag dan juga memanfaatkan teknologi hidroponik sistem nutrient film technique (NFT) dan deep flow technique (DFT) dengan instalasi paralon bertingkat sehingga dengan luas lahan tidak terlalu besar, bisa menghasilkan produksi tanaman yang banyak," jelasnya.

"Bahkan ada warga disini yang menanam sayuran dan tanaman toga sistem vertikal garden. Ini untuk mensiasati keterbatasan lahan pekarangan di rumah warga," tambahnya.

Lebih lanjut Eruh menyampaikan bahwa P2L yang dikelola oleh KWT Dahlia Mekar Mandiri ini banyak dikunjungi oleh tamu-tamu dari KWT lain, dinas, mahasiswa, anak-anak sekolah bahkan anak PAUD.

"Kami memberikan edukasi bagi pengunjung yang datang tentang dunia pertanian dan bagaimana memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam, menggunakan teknologi pertanian yang mudah diaplikasikan, murah, pertanian tidak lagi harus berkotor-kotoran dan dapat menghasilkan uang minimal untuk konsumsi sendiri," jelas Eruh.

Kegigihan dalam pengelolaan pekarangan oleh ibu-ibu anggota KWT Dahlia Mekar Mandiri dan keinginan menularkan semangat mereka kepada masyarakat lainnya, menorehkan berbagai prestasi baik tingkat Kabupaten Bandung maupun Provinsi Jawa Barat.

Tahun 2018, KWT Dahlia Mekar Mandiri meraih juara 1 tingkat Provinsi Jawa Barat pada peringatan Hari Pangan Sedunia, pada 2017 meriah juara 1 lomba Kampung Hidroponik tingkat Kabupaten Bandung, dan 2015 meraih juara 1 KWT Terbaik tingkat Kabupaten Bandung.

Semua pencapaian itu berkat kerja keras anggota KWT Dahlia Mekar Mandiri yang didukung oleh masyarakat setempat, penyuluh pertanian yang setia melakukan pendampingan dan dari pemerintah daerah setempat.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Dayan Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan program P2L adalah meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan rumah tangga sehingga kita bisa sehat, aktif, dan produktif.

"Pendekatan yang dilakukan di P2L adalah pertanian berkelanjutan, menonjolkan kearifan lokal, pengabdian masyarakat, dan berorientasi pasar," ujar Dedi.

TAGS : Penyuluh Pertanian Kelompok Wanita Tani Pekarangan Rumah Desa Margahurip




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :