Rabu, 20/10/2021 21:50 WIB

Penyuluh Lampung Selatan tetap Lakukan Percepatan Tanam Meski Sudah Surplus

Penyuluh dan Petani di wilayah Lampung Selatan, meskipun sudah surplus beras namun tetap lakukan percepatan tanam. 

Petani mengunakan alat mesin tanam untuk menanam padi. (Foto: Ist)

Lampung, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta kepada seluruh penyuluh dan petani di Indonesia agar segera melakukan gerakan percepatan tanam padi serentak untuk menghindari adanya krisis pangan.

"Krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, kita harus hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah. Siapkan strategi menghadapi tantangan tersebut dengan dua langkah konkret, penanaman lebih cepat dan penyaluran sarana dan prasarana yang tepat," kata Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM), Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa  pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, dimana petani tetap semangat tanam, olah dan panen.

"Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengan wabah COVID-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani," jelas Dedi.

 

Menyikapi hal ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan langsung merespon cepat arahan tersebut dengan turut mendorong petani di wilayah kecamatan yang telah menyelesaikan masa panen agar bisa segera melakukan percepatan tanam.  Apalagi, hingga memasuki awal Mei ini, curah hujan di sejumlah wilayah kecamatan masih cukup tinggi.

Kabid Tanaman Pangan Dinas TPHP Lampung Selatan, Mugiono mengatakan ada beberapa daerah yang telah menyelesaikan panen musim tanam akhir 2019 dan awal  2020 lalu seperti Natar, Jatiagung, Tanjung Bintang, Tanjungsari, Way Panji dan Sidomulyo sudah selesai panen.

"Petani bisa melakukan percepatan tanam dengan didampingi penyuluh pertanian. Saya juga berharap pada tahun ini kondisi iklim akan lebih bersahabat, dimana untuk musim kemarau merupakan kemarau basah (masih akan ada hujan turun) sehingga petani tidak mengalami kesulitan air," ujar Mugi.

Mugi menambahkan, untuk sektor pertanian, terutama tanaman padi tidak terlalu terdampak dari pandemi virus corona. Harga gabah ditingkat petani pun relatif masih cukup baik pada kisaran Rp420 ribu hingga Rp 450 ribu per kwintal.

"Di Kabupaten Lampung Selatan hingga akhir April luasan panen sudah mencapai 40 ribu hektae lebih dengan rerata produksi mencapai 7 ton perhektar," ujar Mugi.

"Kalau untuk kebutuhan pangan di Kabupaten, produksi kami mengalami surplus. Kami termasuk salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi," sambungnya.

TAGS : Penyuluh Lampung Selatan Percepatan Tanam Surplus Beras Penyuluh Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :