Selasa, 26/10/2021 04:04 WIB

13 Persen Museum di Seluruh Dunia Terancam Bangkrut

UNESCO dan Dewan Museum Internasional memperkirakan 13 persen museum di seluruh dunia terancam gulung tikar akibat kerugian finansial.

Museum Patah Hati (Foto: AFP)

New York, Jurnas.com - UNESCO dan Dewan Museum Internasional memperkirakan 13 persen museum di seluruh dunia terancam gulung tikar akibat kerugian finansial.

Dan saat ini, menurut penelitian, 90 persen atau 85.000 museum di seluruh dunia terpaksa ditutup dan menghentikan operasi karena terimbas pandemi virus corona baru (Covid-19).

Kedua lembaga juga menemukan bahwa hanya 5 persen dari museum di Afrika dan Pulau-Pulau Berkembang Pulau Kecil (SIDS), yang mampu menawarkan konten daring kepada pengunjung mereka.

Bahkan museum dengan kemampuan digital akan menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan, bila mereka tidak dapat menampung tamu secara langsung.

"Museum memainkan peran mendasar dalam ketahanan masyarakat. Kita harus membantu mereka mengatasi krisis ini dan menjaga mereka tetap berhubungan dengan audiensi mereka," kata Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay pada Selasa (19/5) dikutip dari Voice of America.

"Pandemi ini juga mengingatkan kita bahwa setengah dari umat manusia tidak memiliki akses ke teknologi digital. Kita harus bekerja untuk mempromosikan akses ke budaya untuk semua orang, terutama yang paling rentan dan terisolasi," sambung dia.

Di Amerika Serikat (AS) saja, museum diperkirakan akan kehilangan US$33 juta sehari, menurut American Alliance of Museums. Industri seni dan budaya AS telah kehilangan lebih dari US$4,5 miliar secara nasional pada awal April.

Pada pertengahan Mei, UNESCO berencana untuk memulai sejumlah seri diskusi di antara para profesional internasional, tentang bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi museum sebagai bagian dari gerakan ResiliArt, yang awalnya didirikan untuk mendukung seniman yang terkena dampak krisis Covid-19.

Tiga diskusi yang pertama akan berpusat di sekitar situasi di wilayah Ibero-Amerika dan akan membahas cara untuk mendukung museum dan staf mereka, menurut siaran pers UNESCO.

"Kami sepenuhnya menyadari dan percaya diri dalam kegigihan para profesional museum untuk memenuhi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19," kata Presiden ICOM Suay Aksoy.

"Namun, lapangan museum tidak dapat bertahan sendiri tanpa dukungan sektor publik dan swasta. Sangat penting untuk mengumpulkan dana bantuan darurat dan memberlakukan kebijakan untuk melindungi para profesional dan pekerja wiraswasta dengan kontrak yang berbahaya," sambung dia.

TAGS : Museum Dunia UNESCO Dampak Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :