Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyapa petani llewat Agriculture War Room (AWR), Selasa 12 Mei 2020. (Foto: Kementan)
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan percepatan musim tanam kedua 2020 dengan total luas lahan area sebesar 5,6 juta hektare. Percepatan ini merupakan upaya Kementan dalam mengantisipasi terjadinya kekeringan.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini pihaknya terus memprioritaskan program percepatan tanam karena Mei hingga Juni masih terjadi hujan. Sedangkan puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus mendatang.
"Kita sudah vicon dengan beberapa Gubernur dan para Bupati semuanya sangat optimistis bisa melakukan percepatan. Dan, dipastikan percepatan ini bisa berlanjut ke tingkat Kabupaten tentu haurs dilakukan monitoring," ujar Syahrul lewat Agriculture War Room (AWR), Selasa (12/5).
Sebelumnya, Mei-April lalu sudah berlangsung panen raya yang akan berakhir pada Juni nanti di beberapa daerah dengan total luas lahan sekitar 7,46 juta hektare.
Menurut Syahrul, sektor pertanian sangat bergantung pada cuaca, bencana alam, hama, dan manajemen ketahanan pangan. Karena itu, antisipasi ini harus segera dilakukan oleh semua lingkup Kementan demi meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
"Kita kerahkan semua kemampuan termasuk analisa-analisa dari Litbang Kementan untuk bisa menentukan mana pupuk yang cocok, dan mana bibit yang cocok untuk ditanama. Kalau semua berjalan lancar pasti pangan kita aman," terang Syahrul.
Syahrul menambahkan, Kementan juga akan memberikan bantuan berupa combine harvester, traktor, drayer, multivator dan alsintan lainya ke daerah-daerah yang membutuhkan.
"Dengan anggaran yang terbatas setelah dilakukan pemangkasan, diharapkan bantuan tersebut menjadi solusi untuk meningkatkan produksi," ujar Syahrul.
Sekadar diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebanyak 30% wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya.
Karena itu, Presiden Joko Widodo pada Selasa, 5 Mei 2020 di Istana menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah cepat dalam mengantisipasi dan memitigasi agar ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kinerja Menteri Pertanian Musim Tanam Syahrul Yasin Limpo




























