Kamis, 29/07/2021 18:49 WIB

Trik Pembudidaya Anggrek Tetap Survive di Tengah Pandemi COVID-19

Setiap harinya puluhan sampai ratusan paket dikirim oleh DD Orchid Nursery kepada para customer atau pelanggannya yang tersebar hampir diseluruh Indonesia.

Dedek Setia Santoso,pembudidaya anggrek,Kota Batu, Jawa Timur. (Foto: Ist)

Kota Batu, Jurnas.com - Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali tanaman hias atau florikultura. Kendati demikian, selalu ada solusi tetap survive di tengah lesunya permintaan pasar.

Dedek Setia Santoso, pembudidaya Anggrek asal Kota Batu, Malang merilis silangan anggrek terbaru dengan cara mendaftarkan ke Royal Horticultural Society (RHS) London. RHS adalah induk organisasi pendaftaran anggrek dunia untuk hibrida dan spesies

Beberapa hasil silangan anggrek yang sudah diregistrasi selama pandemi COVID-19 ini, antara lain Dendrobium Mufidah J.K., Dendrobium Rita Subowo, Dendrobium I. Dwiprahasto, dan Dendrobium Kick COVID-19.

"Dengan diregisternya beberapa anggrek tersebut ternyata cukup mempengaruhi peningkatan permintaan akan tanaman anggrek. Setiap harinya puluhan sampai ratusan paket dikirim oleh DD Orchid Nursery kepada para customer atau pelanggannya yang tersebar hampir diseluruh Indonesia," kata Dedek melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5).

Untuk dapat bertahan ditengah pandemi COVID-19, pelaku usaha Anggrek dengan Brand DD Orchid Nursery tersebut juga melakukan penjualan anggrek secara daring melalui telepon dan sosial media.

"Penjualan anggrek pada Maret sempat mengalami penurunan sekitar 60%, akan tetapi pada awal April penjualan mulai meningkat kembali bahkan cukup signifikan dibanding beberapa bulan sebelumnya," ungkap Dedek.

Produk Anggrek yang dijual oleh DD Orchid Nursery berupa anggrek botolan, seedling, remaja dan berbunga. "Kebijakan pemerintah yang meminta masyarakat stay at home dan social distancing justru mempengaruhi peningkatan permintaan anggrek, " beber Dedek.

Hal tersebut dikarenakan konsumen anggrek sebagian besar adalah para hobbies dan kolektor anggrek yang pada situasi sekarang justru lebih banyak berada di rumah dan mengisi keseharian mereka dengan berkebun anggrek. Tak ayal, pesanan anggrek melalui media online ikut meningkat, katanya.

Menurut Dedek, pihaknya telah memberdayakan warga Desa Dadaprejo melalui Kelompok Tani Sanderiana yang beranggotakan 35 petani plasma. Sebagian besar petani yang tergabung di Kelompok Tani tersebut adalah ibu rumah tangga dan pekerja harian.

Mayoritas para petani membudidayakan Anggrek Dendrobium pada fase pembibitan.

"Bibit (botolan) Anggrek disuplay oleh DD Orchid Nursery sebanyak 50-100 botol per bulan. Fase pembibitan berlangsung selama enam bulan sesuai usia bibit/seedling anggrek. Anggrek yang telah dirawat oleh anggota kelompok tani ini kemudian dibantu pemasarannya oleh DD Orchid Nursery," ujar Dedek.

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman saat dihubungi mengapresiasi keahlian para petani dalam menyilangkan anggrek, hingga melahirkan silangan baru yang disukai pasar.

"Tentu ini akan memperkaya sumberdaya genetik nasional, dan mampu meningkatkan daya saing di kancah peranggrekan global. Terlebih dalam situasi pandemic COVID-19 seperti saat ini," ujar Liferdi.

Menurut Liferdi, pihaknya sangat mendukung pengembangan anggrek karena jenis bunga tersebut telah menjadi ikon nasional.

"Kalau Jepang punya bunga Sakura, Belanda dan Turki punya bunga Tulip, Amerika Serikat dan Inggris punya bunga Mawar, maka Indonesia memilih bunga Anggrek (phaleonopsis amabilis) salah satu bunga nasionalnya," tuturnya.

Berbagai kalangan menyebut anggrek sebagai bunga asli Tanah Air sehingga menjadi salah satu kebangaan nasional. Bahkan dalam setiap even kenegaraan atau menyambut tamu-tamu penting dunia, anggrek selalu disuguhkan.

"Sejak era Seokarno hingga Presiden Joko Widodo, anggrek hampir selalu menjadi suguhan menarik saat menjamu tamu-tamu kenegaraan.

"Tokoh-tokoh seperti Bu Tien Soeharto Ibu Jusuf Kalla juga dikenal punya perhatian khusus terhadap anggrek," imbuhnya.

Dalam rangka mendorong agribisnis anggrek di Kota Batu, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan telah mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan anggrek di Kota Batu melalui APBN Tahun 2020.

Sebagai salah satu sentra anggrek terbesar di Indonesia, Kota Batu sering menyelenggarakan event berskala nasional. Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) tiap tahun rutin mengadakan acara pameran bursa bunga, lomba anggrek dan talkshow anggrek di kota tersebut, pungkasnya.

TAGS : Pembudidaya Anggrek Kota Batu Pandemi COVID-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :