Senin, 27/05/2024 01:34 WIB

Aktivis Muda Anti China Dipastikan Sabet Legislatif

Dari hasil perhitungan awal, Nathan yang dianggap sebagai generasi aktivis anti China menyabet kursi dewan legislatif Hong Kong  mewakili konstituen pemilihnya.

Hong Kong - Masih diingat dengan aksi besar-besaran di Hong Kong pada 2014 silam yang dikenal dengan `umbrella protest`? Saat gerakan itu, ada seorang aktivis muda bertubuh kurus dan berkaca mata  yang menggerakkan massa menolak campur tangan China mengurusi Hong Kong,  Nathan Law.

Dari hasil perhitungan awal, Nathan yang dianggap sebagai generasi aktivis anti China menyabet kursi dewan legislatif Hong Kong  mewakili konstituen pemilihnya. Dan ini menjadi kali pertama  kekuasaan politik Hong Kong memberikan tempat kepada aktivis muda prodemokrasi.

Tetapi para politikus pro-Beijing diyakini akan tetap menguasai mayoritas kursi di dewan legislatif Hong Kong akibat sistem pemilu yang berlaku. Hasil lengkap baru akan diketahui Senin depan.

Law adalah anggota dari partai Demosisto, yang didirikan oleh pemimpin mahasiswa dan orang-orang yang terus berkampanye agar Hong Kong diberi hak untuk menentukan nasibnya sendiri. "Saya pikir warga Hong Kong benar-benar menginginkan perubahan," kata Nathan Law.

Pria kurus berusia  23 tahun kepada AFP diberitakan BBC mengatakan, "anak-anak muda merasa terpanggil ketika mereka melihat masa depannya."

Dengan penghitungan suara yang telah mencapai 90%, Law meraup suara tertinggi kedua berdasarkan aturan yang ada dan diyakini mampu meraih satu kursi di dewan legislatif. Dua kandidat lannya berasal dari Partai Youngspiration, yang lantang mendukung gerakan pro independen dan terlibat sejak awal dalam unjuk rasa Umbrella Protests. Mereka diyakini mendapatkan dua kursi.

KEYWORD :

Nathan Law




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :