Selasa, 28/09/2021 18:34 WIB

Perseteruan China-AS jadi Ancaman di Tengah Pandemi

Beijing dan Washington berulang kali berselisih soal penyebaran virus dan asal-usulnya, yang semakin meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) bergerak di sebelah Presiden Cina, Xi Jinping dalam acara para pemimpin bisnis di Aula Besar Rakyat di Beijing. (Foto: AFP)

New York, Jurnas.com - Uni Eropa (UE) memperingatkan, meningkatnya ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) tidak membantu pada saat diperlukan kerjasama multinasional yang luas untuk menangani pandemi virus corona.

Duta Besar Uni Eropa untuk China, Nicolas Chapuis mengatakan, Beijing dapat membantu mengurangi ketegangan yang problematis ini dan melanjutkan reformasi ekonominya untuk menghindari penghancuran rantai pasokan global, pemisahan ekonomi utama dan peningkatan proteksionisme.

"Kami melihat ketegangan tingkat tinggi, strategis, ekonomi, politik, tumbuh dari hari ke hari. Kami berpendapat bahwa ketegangan ini tidak kondusif bagi semangat kerja sama yang kita butuhkan hari ini," kata Chapuis dalam sebuah pengarahan pada Kamis (7/5).

"Saya yakin suara Uni Eropa hari ini lebih dari yang diperlukan. Kami adalah inti dari solusi multilateral yang perlu diambil untuk mengurangi krisis coronavirus dan mempersiapkan pemulihan ekonomi," tambahnya.

Beijing dan Washington berulang kali berselisih soal penyebaran virus dan asal-usulnya, yang semakin meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Virus corona baru, yang menyebabkan penyakit pernapasan yang dikenal sebagai COVID-19, muncul di kota Wuhan pada Desember tahun lalu, secara bertahap mempengaruhi seluruh dunia.

Presiden AS, Donald Trump selama beberapa pekan terakhir mengklaim bahwa ada bukti bahwa Beijing menciptakan virus corona baru di laboratorium medis di kota China. Padahal, badan intelijen AS mengatakan belum melihat bukti yang menunjukkan bahwa virus itu buatan manusia.

Pekan lalu, Trump mengancam China dengan tarif baru di tengah wabah virus corona.

Ia mengatakan negosiasi kesepakatan perdagangan yang sedang berlangsung dengan negara Asia itu sekarang menjadi kepentingan sekunder pandemi virus ketika pemerintahannya membuat langkah-langkah pembalasan atas wabah tersebut.

China berulang kali mengatakan sangat terbuka, transparan dan bertanggung jawab dalam menginformasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara yang terkena dampak pandemi.

Studi ilmiah telah menyarankan bahwa virus berasal melalui proses alami. (PressTV)

TAGS : Virus Corona Amerika Serikat Donald Trump China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :