Selasa, 19/10/2021 10:06 WIB

PGRI: Covid-19 Momentum Guru Bangkit Lawan Ketertinggalan

Unifah Rosyidi menilai krisis virus corona baru (Covid-19) tidak hanya memaksa guru memindahkan pemb
Bagi mereka yang memiliki akses teknologi, lanjut Unifah, perlahan namun pasti guru harus mulai akrab dengan teknologi. Sebab, dengan teknologi guru dapat berinovasi dengan beragam cara.
elajaran dari ruang kelas ke rumah.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menilai krisis virus corona baru (Covid-19) tidak hanya memaksa guru memindahkan kegiatan belajar mengajar dari ruang kelas ke rumah.

Lebih dari itu, pandemi tersebut menjadi momentum guru untuk bangkit melawan ketertinggalan, baik melalui teknologi maupun improvisasi dan inovasi lainnya, guna tetap menjalankan roda pendidikan.

"Tidak pernah terbayangkan bahwa kita semua tiba-tiba harus bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Bagaimana pendidikan harus berlangsung? Bagaimana anak yang kita cintai mendapatkan hak-haknya dalam pendidikan dengan baik?" kata Unifah dalam pembukaan Webinar dan Workshop `Self Driving for Teacher` pada Sabtu (2/5).

"Maka, di dorong oleh tanggung jawab, komitmen, dedikasi sebagai guru, dosen sebagai pendidik bekerja sama dengan orang tua dan pemerintah pemerintah daerah berusaha mencari jalan keluar," sambung dia.

Bagi mereka yang memiliki akses teknologi, lanjut Unifah, perlahan namun pasti guru harus mulai akrab dengan teknologi. Sebab, dengan teknologi guru dapat berinovasi dengan beragam cara.

Adapun bagi guru dan siswa yang tidak memiliki akses teknologi, dan berada di daerah 3T, dapat melakukan improvisasi dengan memanfaatkan fasilitas ala kadarnya, supaya bisa tetap melayani anak didik.

"Inilah momentum. Pandemi Covid-19 kita jadikan momentum untuk bangkit bersatu, belajar bersama, tertib bersama, dan bergerak bersama melawan Corona, melawan kemalasan, melawan ketertinggalan, melawan hal yang semula dirasa tidak mungkin menjadi mungkin," ujar Unifah.

Lebih lanjut Unifah berharap seiring dengan berlalu Covid-19 nanti, bangsa Indonesia kelak akan bangkit menjadi bangsa yang besar, maju, berbudaya, dan menjadi ilmu pengetahun, teknologi, dan kebijaksanaan sebagai kekuatan untuk maju dan bersatu dalam NKRI.

"Dan mari kita benamkan di hari kita baik-baik bahwa kita sebagai guru, dosen, pendidik adalah suluh bangsa, penerang di kala gelap gulita. Bersyukurlah tidak semua orang berkesempatan menjadi guru," tandas dia.

Webinar dan Workshop `Self Driving for Teacher` dilaksanakan secara daring dan berseri mulai 2-20 Mei 2020, dengan jumlah peserta sebanyak 13.000 orang dari 34 provinsi di Indonesia.

Melalui webinar dan workshop tersebut, PGRI mengenalkan cara baru dalam pelatihan pendidikan. Webinar dan Workshop berseri ini menghadirkan para pembicara terdiri dari ahli dan praktisi pendidikan dari seluruh Indonesia.

TAGS : PGRI Unifah Rosyidi Hari Pendidikan Nasional Hardiknas 2020 Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :