Selasa, 28/09/2021 18:15 WIB

Mendikbud Ajak Masyarakat Dekati Sains Jauhi Teori Konspirasi

Nadiem Anwar Makarim mengajak masyarakat lebih mendekatkan diri dengan sains, guna mengambil pelajaran dari pandemi virus corona baru (Covid-19).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dan presenter Najwa Shihab dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak masyarakat lebih mendekatkan diri dengan sains, guna mengambil pelajaran dari pandemi virus corona baru (Covid-19).

Sebaliknya, Nadiem mengimbau masyarakat supaya tidak gampang memercayai berbagai teori konspirasi yang muncul belakangan ini, yang berkaitan dengan Covid-19.

"Itu cara berpikir malas. Tapi kalau percaya pada saintis, virus ini sudah diprediksi bertahun-tahun lalu. Misalnya, Bill Gates sudah empat tahun lalu. Yang terpenting, kita bisa belajar dari pengalaman, untuk antisipasi ke depan," ujar Nadiem dalam diskusi mengenai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 di TVRI bersama presenter Najwa Shihab, pada Sabtu (2/5) yang bertajuk `Belajar dari Covid-19`.

Bagaimanapun, lanjut Mendikbud, Covid-19 yang sudah diprediksi jauh-jauh oleh para saintis menjadi pelajaran bahwa seluruh warga dunia harus ada menyiapkan antisipasi yang lebih baik, untuk menghadapi krisis lainnya di depan.

Dia merujuk ramalan para ilmuwan dewasa ini yang menyebut bahwa manusia akan menghadapi masalah perubahan iklim (climate change). Bencana ini diperkirakan menjadi krisis yang lebih hebat dari Covid-19.

"Apakah kita akan abai? Kita tidak akan mendengarkan sains lain? Kalau kita tidak menyatu dan sepakat, pandemi seperti ini tidak akan terhandel. Harusnya kita kapok," kata Nadiem.

Karenanya, Nadiem mengatakan kini tugas guru sekolah mendekatkan siswa dengan sains melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang disertai dengan contoh-contoh yang lebih kongkrit, alih memberikan penjelasan yang terlampau teoritis.

"Contoh menggunakan konsep biologi untuk menjelaskan tentang Covid-19. Kita harus mengajarkan anak dengan cara menyenangkan, tidak teoritis saja, tentang bagaimana sains membantu manusia," terang Mendikbud.

Lebih lanjut, Mendikbud mengatakan pandemi Covid-19 juga telah mengubah paradigma pembelajaran, yang awalnya hanya dilakukan di dalam kelas melalui proses tatap muka (face to face), menjadi pembelajaran jarak jauh secara daring.

Kini guru dan orang tua dituntut supaya membiasakan diri dengan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi, ketika siswa harus melakukan belajar dari rumah.

"Konsepnya bukan untuk menggantikan guru, tapi memperkuat potensi guru. Itu menurut saya luar biasa," tandas Nadiem.

TAGS : Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Hardiknas 2020 Sains Teori Konspirasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :