Kamis, 29/07/2021 18:52 WIB

Saudi Desak Kelompok Salafi Yaman Batalkan Kondisi Darurat

Pernyataan ini muncul setelah kelompok salafi separatis Dewan Transisi Selatan (STC) menyatakan keadaan darurat, yang dinilai melanggar Perjanjian Riyadh.

Tentara Saudi di Yaman. (Foto: Presstv)

Riyadh, Jurnas.com - Dewan Menteri Arab Saudi menyerukan seluruh pihak agar mengondisikan Aden dan seluruh provinsi di bagian selatan Yaman normal kembali.

Dikutip dari Al-Arabiya pada Rabu (29/4), pernyataan ini muncul setelah kelompok salafi separatis Dewan Transisi Selatan (STC) menyatakan keadaan darurat, yang dinilai melanggar Perjanjian Riyadh.

"Dewan Menteri Saudi menyerukan pembatalan setiap langkah yang diambil yang melanggar Perjanjian Riyadh, dan menekankan perlunya kondisi untuk kembali normal di Aden dan gubernur selatan," kata Dewan Menteri dalam sebuah pernyataan usai melakukan rapat virtual dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada Selasa (28/4) kemarin.

Seperti diketahui, STC mengumumkan aturan pemerintahan sendiri di selatan pada tengah malam Sabtu lalu, dan menerapkan aturan darurat di kota Aden dan semua gubernur selatan.

Koalisi Arab mendesak STC untuk membatalkan langkah mereka, menggambarkan tindakan mereka sebagai pemicu eskalasi, sementara pada saat semua pihak harus fokus pada menghadapi pandemi global virus corona.

Perjanjian Riyadh yang ditandatangani November lalu bertujuan untuk mengakhiri perebutan kekuasaan di Yaman selatan, dan menetapkan beberapa kesepakatan pembagian kekuasaan antara STC dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional yang berbasis di Aden.

Saudi dan STC juga sepakat untuk bersatu melawan kelompok militer Houthi yang didukung Iran, dan memulai tahap kerja sama baru dengan sejumlah gubernur Yaman di bawah kendali mereka.

TAGS : Kelompok Salafi Yaman Arab Saudi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :