Kamis, 29/07/2021 18:06 WIB

Selain Diintai Corona, Jutaan Warga Yaman Juga Terancam Kehilangan Rumah

Lembaga PBB tersebut mengatakan, sangat membutuhkan dana sekitar USD89,4 juta dalam beberapa minggu mendatang untuk menjaga program bantuan penyelamatan jiwa berjalan di Yaman.

New York, Jurnas.com - Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan, hampir satu juta orang terlantar di Yaman berisiko kehilangan tempat tingga karena guyur hujan lebat dan banjir musiman.

UNHCR yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss itu memperingaatkan perihal kurangnya dana pada saat negara tersebut berada di bawah bayang-bayang virus corona (COVID-19).

Lembaga PBB tersebut mengatakan, sangat membutuhkan dana sekitar USD89,4 juta dalam beberapa minggu mendatang untuk menjaga program bantuan penyelamatan jiwa berjalan di Yaman.

"Yaman sudah dianggap sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia," kata Juru Bicara UNHCR, ShabiaMantoo dalam jumpa pers virtual di Jenewa pada Selasa (28/4) waktu setempat.

"Negara ini (Yaman) sekarang juga menghadapi ancaman tumpang tindih pandemi virus corona, dan dampak dari hujan deras dan banjir baru-baru ini," tambahnya.

Mantoo menggarisbawahi bahwa lebih dari 100.000 orang di seluruh Yaman sudah terkena dampak menurut laporan awal tentang banjir. Karena itu, ia mendesak bantuan yang akan dialokasikan kepada warga yang rentan corona.

"Bagi banyak pengungsi dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal, ini adalah masalah hidup dan mati," kata Mantoo. "Setelah lima tahun konflik, lebih dari 80 persen dari total populasi Yaman memerlukan beberapa bentuk bantuan."

Awal musim hujan sudah membawa kesengsaraan bagi ribuan orang Yaman. Sana`a, Hajjah dan kota pelabuhan selatan Aden mengalami curah hujan yang sangat deras dan banjir yang mematikan selama dua minggu, mempengaruhi ribuan orang dan sebagian menghancurkan rumah dan bisnis.

Yaman sendiri sudah berada di bawah agresi militer brutal dari Arab Saudi dan sejumlah sekutu regional dan asingnya selama lima tahun terakhir.

Koalisi yang dipimpin Saudi mengklaim pada 8 April akan menghentikan operasi militer di Yaman untuk mendukung upaya PBB untuk mengakhiri perang lima tahun, yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebarkan kelaparan dan penyakit.

Namun, tak lama setelah pengumuman itu, pesawat tempur koalisi menyerang posisi di beberapa wilayah Yaman, termasuk Saada, Amran, dan al-Bayda, menurut TV Yaman al-Masirah. (Press TV)

TAGS : Virus Corona Derita Yaman Misim Hujan Tempat Tinggal Arab Saudi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :