Senin, 24/01/2022 05:13 WIB

Pompeo: China Gagal Ungkap COVID-19 Secara Tepat Waktu

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu juga menuduh China gagal melaporkan penularan virus dari manusia ke manusia. 

Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Mike Pompeo (Foto: via Financial Tribune)

Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan AS sangat percaya bahwa China gagal melaporkan wabah virus corona baru secara tepat waktu kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kami sangat percaya bahwa Partai Komunis China (PKC) tidak melaporkan wabah virus corona baru secara tepat waktu kepada Organisasi Kesehatan Dunia," kata Pompeo saat konferensi pers di Washington pada Rabu (22/4).

"China tidak membagikan semua informasi yang dimilikinya. Sebaliknya, itu menutupi betapa berbahayanya penyakit ini," tambahnya.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu juga menuduh China gagal melaporkan penularan virus dari manusia ke manusia. "China tidak melaporkan penularan manusia ke manusia yang berkelanjutan selama sebulan hingga terjadi di setiap provinsi di dalam Tiongkok.

"China menutupi kasus tersebut dan mencoba memperingatkan dunia untuk menghentikan pengujian sampel baru, dan itu menghancurkan sampel yang ada," sambungnya.

Dilansir dari Press TV, Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat AS berulang kali mengkritik China atas penanganan wabah virus corona, yang dimulai akhir tahun lalu di kota Wuhan, China.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menghentikan pendanaan ke WHO, dengan dalih badan internasional tersebut memihak China dan mengandalkan data China.

"Hari ini saya menginstruksikan pemerintahan saya untuk menghentikan pendanaan Organisasi Kesehatan Dunia, sementara sebuah tinjauan dilakukan untuk menilai peran Organisasi Kesehatan Dunia dalam salah urus dan menutupi penyebaran virus korona," kata Trump saat itu.

Gedung Putih berusaha untuk menangkis kritik terhadap respons lambannya sendiri terhadap krisis coronavirus dengan memberikan terlalu banyak penekanan pada asal-usul virus di China, dengan Trump dan pejabat AS lainnya, termasuk Pompeo, menyebut virus itu sebagai "virus China".

AS sejauh ini memiliki jumlah kasus virus corona terkonfirmasi terbesar di dunia lebih dari 810.000, hampir empat kali lebih banyak dari Spanyol, negara dengan jumlah tertinggi kedua.

Kematian virus corona AS juga mencapai 46.000 pada Rabu (2e/4) setelah naik dengan jumlah satu hari yang hampir tercatat pada Selasa (21/4), menurut penghitungan Reuters.

TAGS : Mike Pompeo Amerika Serikat Virus Corona Dana WHO




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :