Sabtu, 15/05/2021 00:32 WIB

Manfaatkan Teknologi Informasi, Petani Lembang Raup Untung di Tengah COVID-19

Namun di masa pandemi ini, ternyata ada saja ide brilian untuk mensiasati cara memasarkan hasil pertanian, seperti yang dilaukan petani yang tergabung dalam Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC).

Petani yang tergabung dalam Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) manfaatkan teknologi informasi pasarkan produk pertanian.

Jakarta, Jurnas.com – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menegaskan, aktivitas pertanian di tengah pandemi virus corona (COVID-19) tidak boleh berhenti agar kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia tetap tersedia dengan harga yang tetap terjangkau.

Kemudian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pandemi virus corona (COVID-19) merupakan momentum dan peluang membuktikan bahwa pertanian salah satu sektor yang bisa bertahan saat ini.

"Ayo kita berjuang bersama tetap sediakan pangan sehat, bergizi, dan mudah dijangkau masyarakat kita. Saat semua orang harus berada di dalam rumah, kita tangkap peluang distribusi produk pertanian secara online, karena itu solusinya," tegas Dedi.

Tidak bisa diingkari bahwa dampak COVID-19 membuat distribusi produk pertanian sedikit terhambat ditambah imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan aktivitas di rumah membuat banyak masyarakat kesulitan mendapatkan sayuran.

Namun di masa pandemi ini, ternyata ada saja ide brilian untuk mensiasati cara memasarkan hasil pertanian, seperti yang dilaukan petani yang tergabung dalam Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC).

Petani yang bergabung dengan LAIC memasarkan produk pertanian dengan memanfaatkan teknologi informasi.

LAIC sebagai pengelola Packing House yang didirikan sejak Januari 2019 kerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Taiwan Technical Mission memasarkan produk petani alumni pelatihan langsung ke pasar modern sehingga dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani, memperluas ekspansi usaha dengan memasarkan produk sayuran dari petani dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Sejak berdiri, omzet yang didapat LAIC mencapai 40 juta melalui kerjasama yang telah dilakukan ke 25 outlet pasar modern di Kota Bandung, Subang dan Karawang.

Direktur LAIC yang juga merupakan Widyaisawara dari BBPP Lembang, Kementereian Pertanian (Kementan), Dewi Padmisari mengatakan dalam seminggu sudah memasarkan sayuran segar, paket sayuran, dan sembako.

"Dengan memanfaatkan teknologi informasi kami membuka pesanan dari pembeli melalui aplikasi Whatsapp mulai pukul 07.00-17.00 dan langsung kami antar pesanannya ke pembeli dengan free ongkos kirim. Produk-produk tersebut yang kami kumpulkan dari petani alumni pelatihan binaan kami," jelasnya.

"Tak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, dengan adanya LAIC, dapat menjadi ajang edukasi serta membantu segi permodalan dan penjualan bagi para petani," sambungnya.

Salah seorang konsumen, Dwi Utami yang berprofesi sebagai guru pun merasa kan kemudahan dengan adanya sarana pesan daring.

"Kami tak harus khawatir akan resiko terpapar COVID-19 bila harus ke fasitas umum. Dengan pesan online, barang pesanan diantar sampai ke rumah atau kantor. Kualitasnya pun sayuran sekelas dengan supermarket, segar-segar dan bagus," ujarnya Dewi.

"Dan yang terpenting, secara tidak langsung kami dapat membantu petani yang tela menjadi pahlawan dengan tetap menyediakan bahan pangan bagi masyarakat," sambungnya.

TAGS : Virus Corona Distribusi Pangan Dedi Nursyamsi Distribusi Pangan Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :