Sabtu, 15/05/2021 15:59 WIB

Pandemi Virus Corona Tak Surutkan Ekspor Hortikultura

Meskipun pasti perlu waktu untuk masa recovery. Dukungan pemerintah akan terus ada demi kemajuan dan kesejahteraan petani hortikultura

Buah manggis (Foto: Humas Kementan)

Jakarta, Jurnas.com - Pademi virus corona (COVID-19) di Indonesia tidak menyurutkan semangat para petani hortikultura untuk tetap menanam dan memasarkan berbagai hasil panennya. Pandemi ini justru dijadikan momentum untuk menguatkan posisi komoditas hortikultura di pasar ekspor.

Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian sebanyak tiga kali lipat (GRATIEKS).

Dalam beberapa kesempatan Syahrul memaparkan bahwa pandemi COVID-19 harus dijadikan dalih untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan nasional.

Sebelumnya pada Januari 2020, sejumlah komoditas hortikultura seperti manggis sempat terhambat pemasarannya. Hal itu terjadi lantaran Tiongkok yang merupakan salah satu negara tujuan terbesar ekspor manggis dari Indonesia, akibat corona.

"Ada lima komoditi Indonesia yang biasa diekspor ke Tiongkok, yakni manggis, salak, pisang, buah naga, dan kelengkeng. Dari lima komoditi ini yang terbesar pasarnya adalah manggis," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto saat memberikan arahan melalui video conference meeting, Rabu (15/4).

Kini dengan semakin membaiknya kondisi sejumlah negara, terutama Tiongkok, membuat geliat bisnis ekspor manggis kembali menggeliat. Hal itu tak lepas dari peran dan intervensi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian.

Lebih lanjut Prihasto menuturkan agar para petani tetap semangat dalam memproduksi serta memasarkan produknya untuk pasar domestik maupun luar negeri. Khususnya pada saat situasi pandemi COVID-19 yang sedang melanda Indonesia.

"Dibutuhkan kerjasama yang baik dari masyarakat, pengusaha dan pemerintah untuk tetap menjamin ketersediaan pangan untuk masyarakat dan keberlangsungan ekonomi negara," kata Prihasto.

Prihasto berharap ke depannya, wabah COVID-19 yang melanda tanah air akan segera berakhir dan semua dapat kembali beraktifitas seperti dahulu.

"Meskipun pasti perlu waktu untuk masa recovery. Dukungan pemerintah akan terus ada demi kemajuan dan kesejahteraan petani hortikultura," ujarnya.

Sementara itu Direktur PT Radja Manggis Sejati Bogor, Wawan Darmawan sebagai salah salah satu eksportir, sukses mengekspor 26 container manggis ke negara China pada awal April 2020.

Kiprah PT Radja Manggis Sejati sebagai pengekspor manggis perlu diancungi jempol dan menjadi teladan, sebab sudah melakukan ekspor manggis sejak tahun 2016. Perusahaan ini juga telah membantu dan membina banyak petani dalam budidaya manggis berkualitas ekspor serta berusaha memangkas mata rantai pemasaran manggis yang panjang di Indonesia.

Wawan mengatakan jika pihaknya saat ini memiliki 8000 mitra petani di seluruh Indonesia. Untuk dapat menjangkau para mitranya, production house milik PT.Radja Manggis Sejati ada di berbagai daerah.

"Yang terbesar ada di empat kota, yakni Bogor, Bali, Bandung, dan Tasikmalaya,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/4).

Production House (PH) milik PT Radja Manggis Sejati di Bogor, merupakan salah satu perusahaan pengekspor manggis terbesar di Indonesia yang pernah mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pertanian RI sebagai eksportir terbaik tingkat nasional di tahun 2019.

Diakui Wawan untuk memperluas pasar ekspor, PT. Radja Manggis Sejati aktif mengikuti pameran dagang, baik di dalam maupun luar negeri guna menjaring pembeli.

"Belum lama ini kami mengikuti Guangzhou International Fruit di tahun 2019, pameran ini merupakan salah satu pameran yang difasilitasi oleh Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Hortikultura bagi para pelaku usaha bidang hortikultura untuk memasarkan produknya ke pasar Internasional," bebernya.

"Hasilnya sangat baik karena perusahaan bertemu dengan buyer dan berhasil menandatangani MoU secara langsung dengan buyer dari Tiongkok,” tambah Wawan.

Kabar baik lainnya datang dari PT. Surya Elok Sejahtera yang berbasis di Bali. Mereka diketahui sudah mempunyai pasar tetap seperti Inggris, Ceko, Dubai, Italy, China, Russia, Jepang. Namun karena situasi pandemik covid-19 ini, rutinitas ekspor perusahaan ini juga sempat terkendala karena banyaknya pesawat international yang dibatalkan penerbangannya dari negara masing-masing.

Dalam waktu dekat, PT. Surya Elok Sejahtera akan menjalankan ekspor 1 kontainer ke Maldives untuk komoditi Lime dan 1 kontainer cabai, petai dan jengkol ke Jepang.

TAGS : Ekspor Produk Hortikultura Virus Corona Pandemi Global Prihasto Setyanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :