Senin, 14/06/2021 18:21 WIB

Mentan Syahrul: Lockdown Hambat Distribusi Pangan Masyarakat

Syahrul meminta agar karantina sosial (lockdown) tak menjadi pilihan agar distribusi pangan tersuplai dengan baik di masyakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memantau produksi gula di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Cilegon, Banten, Kamis (2/3).

Cilegon, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan sebelas bahan pokok untuk kebutuhan masayarakat menjelang puasa dan lebaran 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memantau produksi gula di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Cilegon, Banten, Kamis (2/3).

"Beras kita sudah over stok hingga 4 juta ton kurang lebih. Kemudian bulan ini kita panen raya sebanyak 8 juta ton. Lalu ada juga stok gula yang terus diproduksi. Jadi tidak perlu khawatir dengan kebutuhan bahan pokok. Insyaallah semua dalam kendali," ujar Syahrul.

Di tengah masa penganan virus corona (COVID-19), Syahrul meminta agar karantina sosial (Lockdown) tak menjadi pilihan agar distribusi pangan tersuplai dengan baik di masyakat.

"Tidak perlu kita melakukan lockdown untuk memutus penyebaran virus corona. Langkah itu menurut saya hanya akan menghambat distribusi pangan ke sejumlah daerah dan berujung pada kelangkaan kebutuhan pokok," katanya.

Menurutnya, salam situasi seperti ini distribusi pangan harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi kelangkaan. Pemerintah maupun masyarakat harus bersatu dan saling menjaga situasi negara agar tetap kondusif.

"Kalau sudah menyangkut pangan, maka seharusnya tidak ada isolasi. Yang ada adalah distribusi. Memang corona ini membuat ekonomi menurun. Tapi harus ingat, satu satunya lapngan kerja yang tersedia adalah pertanian. Jadi janganlah kita melakukan lockdown," katanya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Nur Aini mendukung upaya Kementan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui peningkatan produksi dan percepatan pola tanam menggunakan teknologi mekanisasi.

"Saya optimistis bahwa sebelas kebutuhan dasar kita tetap terjamin aman dan terkendali sampai bulan puasa dan lebaran mendatang. Sekali lagi saya mendukung upaya Kementan dalam menggenjot produksi dan percepatan pola tanam," katanya.

Sekedar diketahui, sebelas kebutuhan dasar itu di antaranya Beras, Jagung, Gula, Minyak, Daging, Telur, bawang dan cabai. Sebagai data penguat, saat ini pemerintah memiliki data perkiraan pasokan ketersediaan pangan strategis nasional untuk Maret hingga Agustus 2020.

Berikut di antara sebalas komoditas bahan pokok yang berhasil dikumpulkan Jurnas.com;

Stok beras sebanyak 25.653.591 ton dengan kebutuhan 15.099. 846 ton;

Jagung sebanyak 13.741.071 ton dengan kebutuhan 9.096.555 ton;

Bawang merah sebanyak 1.060.857 ton dengan kebutuhan 701.482 ton;

Cabai besar 657.467 ton dengan kebutuhan 551.261 ton;

Daging ayam ras 2.063.086 ton dengan kebutuhan 1.737.216 ton;

Minyak goreng 23.392.557 ton dengan kebutuhan 4.419.180 ton;

Di samping itu, Kementan juga sudah melakukan kerjasama dengan satgas pangan baik di pusat maupun di daerah untuk mengantisipasi adanya oknum penimbun bahan pokok.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Stok Pangan Virus Corona Pandemi Global




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :