Rabu, 24/04/2024 14:14 WIB

Industri Manufaktur China Kehabisan Stok Komponen dari AS

Industri manufaktur menghadapi masalah baru, yakni terganggunya aliran stok komponen dari pabrikan di Amerika Serikat (AS).

Ilustrasi

Beijing, Jurnas.com - Pabrik-pabrik di China mulai beroperasi kembali setelah pandemi virus corona (Covid-19) mematikan sektor perekonomian Beijing.

Namun belum pula berlalu masalah Covid-19, industri manufaktur menghadapi masalah baru, yakni terganggunya aliran stok komponen dari pabrikan di Amerika Serikat (AS).

AS sendiri masih berjuang melawan Covid-19. Per Kamis (19/3), jumlah korban terinfeksi di Negeri Paman Sam sudah mencapai 9.417 kasus, dengan 154 orang meninggal dunia.

Sementara diketahui, pabrikan China merupakan rumah perakitan bagi sejumlah smartphone ternama seperti Apple dan Samsung, komputer, dan perlatan rumah tangga. Untuk perakitan, industri di China membutuhkan chip prosesor dari AS, dan komponen bernilai tinggi lainnya.

Dikutip dari Associated Press, hingga kini masih belum jelas bagaimana pembatasan yang diberlakukan AS akibat pandemi Covid-19 akan mempengaruhi perdagangan.

Kontrol sejauh ini hanya berlaku untuk pelancong, bukan barang-barang. Pabrik-pabrik Amerika tetap beroperasi, meski Federasi Nasional Bisnis Independen mengungkapkan bahwa 39 persen dari 300 perusahaan mengalami gangguan pasokan.

"Gangguan aktivitas yang berkelanjutan di AS kemungkinan akan menyebabkan gangguan pada aktivitas manufaktur di China," kata Darren Tay, seorang analis risiko negara untuk Fitch Solutions.

Saat ini, pabrik pembuat baja dan industri milik negara di China hampir kembali normal. Namun perusahaan kecil dan swasta yang memproduksi pakaian, mainan, dan barang-barang konsumen lainnya masih tutup karena kekurangan bahan dan karyawan.

Dalam survei pada 9-14 Maret 2020, satu dari enam perusahaan mengaku telah kehabisan komponen dan yang lainnya hampir habis, menurut Kantor Kamar Dagang Amerika di China Selatan pada Rabu (18/3) kemarin.

KEYWORD :

Industri Manufaktur China Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :