Rabu, 19/06/2024 10:10 WIB

Gubernur Kalteng Tagih Janji Penanggulangan Karhutla

Ilustrasi kebakaran hutan./foto:nusakini

Palangka Raya - Pemerintah daerah diminta menyusun dan mengirim anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun setelah diberikan tetap saja sampai sekarang belum ada realisasinya.

Demikian diucapkan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, di Palangka Raya, Kamis (18/8). Menurutnya, Pemprov Kalteng telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) karhutla, namun sekarang ini kesulitan bergerak secara optimal karena keterbatasan anggaran.

Anggota DPR periode 2009-2014 ini mengharapkan Pemerintah Pusat, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jangan hanya berjanji membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

"Kalau BNPB dan Kementerian LHK membantu penanggulangan Karhutla, ya harus direalisasikan segera. Jangan hanya janji-janji. Kasihan kami, Bupati/Wali Kota disalahkan ketika terjadi bencana kabut asap akibat Karhutla," ucap Sugianto.

Dia mengatakan Pemprov Kalteng di tahun 2016 belum optimal menganggarkan penanggulangan karhutla. Hal itu karena adanya janji dari BNPB maupun Kementerian LHK akan membantu anggaran penanggulangannya.

Berdasarkan data Satgas Karhutla Kalteng, Karhutla terbanyak terjadi pada 11 Agustus 2016 yang mencapai 27 titik. Karhutla tersebut terjadi di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Kotawarin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Sukamara dan Katingan./ant

KEYWORD :

gubernur kalteng kebakaran hutan sugianto sabran bnpb kementerian kehutanan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :