Sabtu, 25/09/2021 22:35 WIB

Jaga Kualitas Jurnalistik, PDIP Utus Tim Hukum ke Dewan Pers

PDIP merasa prihatin dengan sejumlah tone pemberitaan terkait kasus dugaan suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

I Wayan Sudirta dan Teguh Samudra

Jakarta, Jurnas.com - PDI Perjuangan (PDIP) mengutus Tim Hukum ke dewan pers untuk berkonsultasi. Tim itu diketuai I Wayan Sudirta dan Ketua Koordinator Pengacara Teguh Samudra.

Juru Bicara PDIP, Andreas Hugo Pareira mengatakan, PDIP mengirim tim hukum ke Dewan Pers sama sekali bukan untuk mengancam kebebasan pers, tapi ngin agar kualitas jurnalistik Indonesia tetap terjaga.

Menurut Andreas, PDIP merasa prihatin dengan sejumlah tone pemberitaan terkait kasus dugaan suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Itulah sebabnya tim hukum PDI Perjuangan ditugaskan untuk beraudiensi dan berkonsultasi dengan Dewan Pers terkait adanya pembingkaian atau framing media. Sekaligus dialog dan masukan," kata Andreas Hugo Pareira di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Kata Andreas, niatan dari PDIP adalah memastikan agar kualitas demokrasi tetap terjaga. Sekaligus menjaga hak publik memeroleh informasi yang benar sesuai fakta.

"Kualitas demokrasi kita harus terjaga. Tidak hanya PDIP, publik pun dirugikan atas pemberitaan yang bersifat tendensius ini. Sepertinya kaidah jurnalistik diabaikan," tegasnya.

PDIP, lanjut Andreas, menilai ada kesan penggiringan opini bahwa partainya, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sudah pasti bersalah menyangkut kasus itu. Sejumlah media massa tertentu dianggap melakukannya lewat pemberitaan.

"Jadi langkah tim hukum ini untuk mencari masukan sejauh mana prinsip-prinsip jurnalistik dilanggar atau diabaikan media."

Andreas yang juga anggota DPR menyebut hasil konsultasi dengan Dewan Pers tentu akan jadi pertimbangan, apa langkah selanjutnya yang akan diambil tim hukum PDIP atas sejumlah media massa.

"Apapun langkah yang akan diambil tim hukum PDIP, konsultasi dengan Dewan Pers ini jadi pintu masuk," kata Andreas.

"Tapi kami tegaskan PDIP tidak sedang mengancam kebebasan pers. PDIP mendukung kebebasan pers. Kebebasan pers yang menghormati prinsip-prinsip jurnalistik. Hari-hari ini PDIP merasa dihakimi oleh media tertentu. Sebagai contoh cuitan Andi Arief. Ada beberapa media tertentu yang langsung memuat cuitan tersebut sebagai berita tanpa menanyakan dari mana atau bocoran dari siapa Andi Arief menerima informasi hal tersebut?," jelas Andreas.

TAGS : Dewan Pers PDI Perjuangan Tim Hukum




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :