Selasa, 11/05/2021 14:17 WIB

Irak Kembali Desak AS Tarik Seluruh Pasukan

Adel Abdul-Mahdi meminta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, untuk mulai melakukan penarikan pasukan dari Irak.

Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi memberikan konferensi pers di Kanselir di Berlin, Jerman, pada 30 April 2019. (Foto oleh AFP)

Baghdad, Jurnas.com - Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi meminta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, untuk mulai melakukan penarikan pasukan dari Irak.

Ini adalah kali kedua Irak mendesak agar AS mengakhiri kehadirannya di Baghdad, di tengah panasnya tensi antara Washington dengan Iran, pasca pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.

Dikutip dari Associated Press pada Jumat (10/1), Abdul-Mahdi mengajukan permintaan itu melalui telepon dengan Pompeo pada Kamis (9/1) malam.

Dia juga mengatakan kepada Pompeo bahwa serangan AS di Irak baru-baru ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak yang tidak dapat diterima, dan merupakan pelanggaran terhadap perjanjian keamanan kedua negara.

Pemimpin Irak itu meminta Pompeo untuk "mengirim delegasi ke Irak untuk menyiapkan mekanisme untuk melaksanakan resolusi parlemen mengenai penarikan pasukan asing dari Irak".

"Perdana menteri mengatakan pasukan Amerika telah memasuki Irak dan drone terbang di wilayah udaranya tanpa izin dari pemerintah Irak dan ini merupakan pelanggaran terhadap perjanjian bilateral," demikian permintaan Abdul-Mahdi.

Anggota parlemen Irak mengeluarkan resolusi untuk mengusir pasukan AS pada Minggu lalu, menyusul serangan drone Washington yang menewaskan jenderal Soleimani, dan komandan senior milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis di bandara Baghdad.

Pemungutan suara yang tidak mengikat menempatkan tanggung jawab pada pemerintah untuk secara resmi meminta penarikan. Abdul-Mahdi, yang berpidato di hadapan anggota parlemen saat itu, menyerukan "langkah-langkah mendesak" untuk memastikan pemindahan pasukan.

Saat ini ada sekitar 5.200 tentara AS di Irak, yang membantu dan memberikan pelatihan kepada pasukan keamanan Irak untuk melawan kelompok ISIS.

TAGS : Irak Amerika Serikat Militer AS




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :