Sabtu, 18/09/2021 12:37 WIB

Disebut Melanggar Kedaulatan Irak, Begini Tanggapan Iran

Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan akan memanggil duta besar Iran atas serangan rudal balistik Teheran di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan koalisi yang dipimpin AS, karena melanggar kedaulatan Irak.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, sebelum menggempur pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Irak, Iran sudah terlebih dahulu izin. Ia menegaskan, Teheran menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara Arab.

Zarif mengatakan, langkah ini dilakukan dengan informasi yang diteruskan ke pemerintah Irak dan angkatan bersenjata sebagaimana dikonfirmasi oleh pemerintah Baghdad.

"Kami sangat mementingkan integritas dan kedaulatan wilayah Irak, dan kami percaya keamanan harus [diberikan] berdasarkan saling menghormati dan menjaga integritas wilayah semua negara kawasan," ujar Zarif pada Rabu (8/1).

Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah Iran menanggapi pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan rekan-rekannya, termasuk komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis, dengan rentetan rudal yang menabrak dua pangkalan AS di Irak.

Pada Rabu (8/1) pagi, Iran meluncurkan puluhan rudal di dua pangkalan yang menampung pasukan AS di provinsi Anbar barat Irak dan ibukota regional Kurdistan, Erbil, sebagai balas dendam atas pembunuhan Jenderal Soleimani.

Pernyataan Zarif datang setelah Presiden Irak, Barham Saleh dan ketua parlemen Irak, Mohammed al-Halbusi, mengatakan serangan itu melanggar kedaulatan negara Arab.

Namun, sebelumnya, juru bicara Perdana Menteri Irak, Adel Abdul-Mahdi mengatakan perdana menteri sudah menerima kabar dari Iran bahwa tanggapannya terhadap pembunuhan AS atas jenderal utamanya sudah dekat atau sedang berlangsung.

"Tidak lama setelah tengah malam pada Rabu, kami menerima pesan verbal dari Republik Islam Iran bahwa tanggapan Iran terhadap pembunuhan syahid Qassem Soleimani sudah dimulai atau akan segera dimulai," kata jurubicara itu seperti dikutip Reuters.

Di tempat lain dalam sambutannya, Zarif mengatakan serangan rudal Iran adalah balas dendam militer untuk komandan tertinggi, namun menekankan, tidak ada pembalasan yang sebanding dengan pembunuhan Jenderal Soleimani selain pengusiran pasukan AS dari wilayah tersebut.

Seperti dinyatakan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Zarif mengatakan, balas dendam yang sebenarnya untuk darah Jenderal Soleimani adalah bahwa kebodohan AS menandai akhir kehadirannya di wilayah tersebut.

"Akhir dari kehadiran AS di wilayah ini, yang pasti akan terjadi, akan menyampaikan kabar gembira bagi kawasan ini dan generasi yang akan datang, karena kehadiran AS di wilayah tersebut tidak menghasilkan apa pun selain kehancuran dan kerusakan," katanya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan akan memanggil duta besar Iran atas serangan rudal balistik Teheran di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan koalisi yang dipimpin AS, karena melanggar kedaulatan Irak.

"Kami tidak akan membiarkan Irak menjadi arena konflik, koridor untuk melakukan serangan atau pangkalan untuk melukai negara-negara tetangga," kata kementerian itu.

Sebelum itu, Kementerian tersebut memanggil duta besar AS atas serangan pesawat tak berawak AS pekan lalu yang menewaskan komandan Iran dan Irak.

TAGS : Agresi Amerika Serikat Donald Trump Kedaulatan Irak Qassem Soleimani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :