Jum'at, 14/05/2021 17:18 WIB

Diancam Balas Dendam, AS Siap Duduk Bersama Iran

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menyatakan bahwa AS siap duduk bersama Iran

Komandan pasukan Al Quds, Qassem Soleimani (Foto: AP)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menyatakan bahwa AS siap duduk bersama Iran untuk menyelesaikan masalah tewasnya jenderal Qassem Soleimani oleh tentara AS beberapa hari lalu.

"Kami terbuka untuk duduk bersama mereka dan mendiskusikan masalah sehingga kami dapat memiliki hubungan yang lebih normal," kata Mark dilansir Washington times, Selasa (07/01).

Menurut Mark, penyelesaian permasalahan yang tengah dihadapi saat ini semua tergantung dari keputusan pemerintah Iran. Namun ia memastikan, AS siap berdialog dengan negara berjuluk negeri para Mullah tersebut.

"Pesan kami ke Iran adalah bahwa bola ada di pengadilan mereka," kata Esper.

Sebelumnya, para pemimpin Pentagon dikabarkan tak mengindahkan tuntutan para pejabat Irak untuk menarik sekitar 5.200 tentara AS keluar dari Irak.

Menanggapi hal tersebut, Mark menilai belum ada kesepakatan antara Irak dan AS terkait penarikan pasukan. Namun, menurutnya ia akan menghargai apapun keputusan Irak terkait kondisi saat ini.

"Kami menghormati keputusan kedaulatan Anda untuk memesan keberangkatan kita," katanya.

"Namun tidak ada keputusan apa pun untuk meninggalkan Irak," tambahnya.

Presiden Trump , yang memicu kehebohan baru ketika ia menyarankan situs budaya Iran dapat menjadi sasaran dalam perang langsung dengan Iran, usai membunuh jenderal top Iran, yang dinilai menjadi ancaman AS.

"Jenderal Soleimani adalah pemimpin militer mereka yang sebenarnya. Dia seorang teroris," kata Trump.

Di Teheran, pemimpin tertinggi Iran telah berjanji untuk melakukan "balas dendam" atas kematian Soleimani, dan kepala sekutu regional paling kuat Iran sekutu - Hezbollah yang berbasis di Lebanon - telah menyarankan personel militer AS dan aset di seluruh Timur Tengah adalah target yang adil.

TAGS : Amerika Serikat Jenderal Soleimani Mark Esper




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :