Kamis, 29/07/2021 05:45 WIB

Mendikbud Rampungkan Cetak Biru Pendidikan Enam Bulan

Nadiem Anwar Makarim menyebut cetak biru (blue print) pendidikan Indonesia, tidak bisa dikerjakan secara tergesa-gesa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyebut cetak biru (blue print) pendidikan Indonesia, tidak bisa dikerjakan secara tergesa-gesa.

Namun dia menargetkan konsep (draft) cetak biru pendidikan tersebut akan rampung dalam waktu enam bulan ke depan.

"Harapannya dalam waktu enam bulan ini sudah selesai draft-nya. Tapi tentunya tidak bisa hanya hal-hal static saja," kata Nadiem dalam kegiatan `Taklimat Media` di Kantor Kemdikbud, Jakarta pada Senin (23/12).

Menurut Mendikbud, cetak biru pendidikan juga harus mengandung fleksibilitas. Dengan demikian, ketika arah industri bergerak, maka dunia pendidikan dapat menyesuaikan.

"Satu hal, kemerdekaan belajar sebenarnya suatu blue print sendiri. Jadinya, harus dipahami bahwa guru-guru diberikan kemerdekaan untuk melakukan penilaian dari USBN (ujian sekolah berstandar nasional) menjadi US," ujar dia.

Mengenai cetak biru pendidikan sebelumnya pernah disinggung oleh praktisi pendidikan Indra Charismiadji. Indra menyarankan Kemdikbud dan daerah duduk bersama untuk merumuskan cetak biru dalam rangka sinergi program pendidikan.

"Kalau ada cetak birunya kan bisa kelihatan gampang, bentuknya seperti apa, atau sekolahnya seperti apa, ada berapa ruangan, bisa diakses oleh semua. Nanti kalau ada cetak birunya, anggarannya juga bisa menyesuaikan," terang Indra pada November lalu.

Cetak biru, lanjut Indra, juga berfungsi sebagai data terkait sekolah rusak, serta menjadi pedoman mengenai arah pendidikan Indonesia ke depan.

"Masyarakat juga dapat mengawasi apakah program yang dijalankan pemerintah sudah sesuai dengan yang ada di cetak biru pendidikan," tandas dia.

TAGS : Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Cetak Biru Pendidikan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :