Minggu, 14/07/2024 23:14 WIB

Selain Trump, Ini 3 Presiden AS yang Pernah Dilengserkan

Presiden Andrew Johnson menghadapi pemakzulan dari DPR AS pada Maret 1868. Dia dianggap melanggar tiga pasal, yaitu lalai dalam melaksanakan tugas, melanggar sumpah, dan merendahkan Konstitusi AS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, 1 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) yang didominasi Partai Demokrat, resmi memakzulkan Presiden Donald Trump dalam voting yang digelar Kamis (19/12) pukul 8.00 WIB, setelah mayoritas suara menyetujui Trump lengser.

Voting dilakukan pada dua pasal yang mendera Trump, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan upaya menghalang-halangi kongres.

Namun Trump bukan Presiden AS satu-satunya yang dimakzulkan karena pelanggaran. Setidaknya DPR AS pernah melengserkan tiga presiden sebelum Trump, siapa saja?

1. Andrew Johnson (1898)

Presiden Andrew Johnson menghadapi pemakzulan dari DPR AS pada Maret 1868. Dia dianggap melanggar tiga pasal, yaitu lalai dalam melaksanakan tugas, melanggar sumpah, dan merendahkan Konstitusi AS.

DPR AS menyoroti pemecatan Menteri Perang Edwin M. Stanton, di mana Presiden Johnson menggantinya dengan Jenderal Lorenzo Thomas, tanpa melewati persetujuan Senat AS.

Pelengseran Andrew oleh DPR AS rupanya juga mendapatkan restu dari Senat. Pemecatan Stanton dianggap tidak sah secara Konstitusi.

Namun dalam voting, Senat kekurangan satu suara untuk melengserkan Johnson. Walhasil, dia tetap menjabat hingga akhir masa jabatan.

2. Richard Nixon (1974)

Skandal Watergate yang menyeret nama Presiden AS era 1974, Richard Nixon membuat ia sempat dimakzulkan oleh Partai Republik, karena dianggap menutup-nutupi keterlibatan Gedung Putih.

Nixon, juga dituding menyalahgunakan kekuasaan karena melibatkan FBI dan Kementerian Kehakiman untuk mengubur rapat-rapat skandal tersebut.

Namun pada akhirnya, Nixon lengser bukan karena pemakzulan DPR AS. Dia mengundurkan diri pada 8 Agustus 1974, sebelum voting pemakzulan dilakukan.

3. Bill Clinton (1999)

Nama terakhir sebelum Trump yang dimakzulkan DPR AS ialah Bill Clinton. Suami calon Presiden AS pada pemilu 2016, Hillary Clinton, itu terjerat kasus pelecehan seksual hingga perselingkuhan.

Bermula dari 1994, Paula Jones mengklaim telah menjadi korban pelecehan seksual Clinton, semasa dia menjadi Gubernur Arkansas.

Hasil pengembangan dari kasus ini mengungkapkan perselingkuhan Clinton dan pegawang magang Gedung Putih, Monica Lewinsky.

Upaya pelengseran yang sudah disetujui DPR AS, mentah karena tidak mendapatkan persetujuan dari Senat AS yang digelar 1999. Clinton pun terus menjabat hingga 2001.

KEYWORD :

Donald Trump Pemakzulan DPR AS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :