Jum'at, 23/02/2024 23:38 WIB

Neraca Perdagangan Defisit, DPR Dorong Bentuk Panja Impor

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan mendorong pembentukan panitia kerja (Panja) Impor guna menyelesaikan persoalan neraca perdagangan yang mengalami defisit.
 

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan mendorong pembentukan panitia kerja (Panja) Impor guna menyelesaikan persoalan neraca perdagangan yang mengalami defisit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca Perdagangan Indonesia pada bulan November 2019 mengalami defisit sebesar US$ 1,33 miliar.

Angka tersebut berasal dari ekspor November 2019 sebesar US$ 14,01 miliar dan impor sebesar US$ 15,34 miliar.

Defisit ini melanjutkan tren bulan-bulan sebelumnya, dimana sepanjang Januari hingga November ini, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 3,11 miliar. Meski terbilang tak setinggi akumulasi tahun 2018 yang defisit mencapai US$ 8,7 miliar.

Kondisi neraca perdagangan ini, berbanding terbalik dengan tiga tahun awal pemerintahan jokowi (2015-2017), yang berhasil mencetak skor positif dalam neraca perdagangan.

“Kita akan mendorong Komisi VI untuk membentuk Panja Impor agar dapat melihat secara komprehensif permasalahan neraca perdagangan kita,” kata Bang NK, sapaan akrab Nasim Khan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Selain itu, Legislator asal dapil Jatim III ini juga meminta pemerintah untuk serius menyelesaikan defisit neraca perdagangan ini.

“Pemerintah harus serius dalam mengelola perdagangan internasional kita, jangan sampai defisit ini menjadi hal yang wajar dalam perekonomian kita,” kata Wakil Bendahara Umum Partai PKB ini.

Pasalnya, Bang NK melihat bahwa impor Indonesia merupakan barang-barang yang sifatnya konsumsi. Impor pada bulan November ini meningkat terutama pada jenis barang konsumsi yang mencapai 16,13% dibanding bulan sebelumnya. Dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, impor konsumsi naik 16,28%,”

“Sebisa mungkin impor kita harus benar-benar produktif. Dan misalkan bisa diproduksi di dalam negeri, kita harus memaksimalkan produk-produk dalam negeri kita,” kata Bang NK.

Bang NK menginginkan agar arahan Presiden Jokowi untuk mengatasi defisit neraca perdagangan ini benar-benar serius dilaksanakan dan bukan hanya sekedar wacana. Karena pada dasarnya, Indonesia mempunyai sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kaya.

“Kita harus benar-benar memperkuat pengelolaan sumber daya  alam dan sumber daya manusia kita  untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa di semua bidang, khusunya dalam rangka memaksimalkan ekspor produk-produk kita yang berkualitas internasional,” ujar Kapoksi Komisi VI DPR dari Partai PKB ini.

TAGS : Pansus Panja Impor Neraca Perdagangan DPR




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :