Sabtu, 25/09/2021 01:35 WIB

SEA Games 2019

Indonesia Amankan Emas Bulutangkis Beregu Putera

Tim Bulutangkis Putera Indonesia sukses raih Emas ke-14 bagi Indonesia dalam SEA Games 2019 di Filipina dengan hempaskan Malaysia 3-1 di partai Final, Rabu (4/12/2019).

Ilustrasi Olahraga Bulutangkis

Manila, Jurnas.com - Tim Bulutangkis Putera Indonesia sukses raih Emas ke-14 bagi Indonesia dalam SEA Games 2019 di Filipina dengan hempaskan Malaysia 3-1 di partai Final, Rabu (4/12/2019).

Laga pertama, pertemukan Jonatan Christie dengan Lee Zii Jia. Mula-mula, Jonatan tampak kesulitan. Ia bahkan sempat tertinggal 2-6 terlebih dahulu dari wakil Malaysia tersebut.

Jelang interval, Jonatan mampu bangkit. Rentetan poin terus ia raih. Setelah menyamakan angka menjadi 7-7, Jonatan berhasil membalikkan kedudukan sekaligus mencapai interval lebih dulu dengan skor 11-7.

Selepas interval, Jonatan tidak berhenti. Ia malah menggila dengan penempatan bola ke sudut-sudut yang sukar dijangkau Zii Jia. Di sisi lain, Zii Jia kerap melakukan kesalahan. Alhasil, gim pertama ditutup lewat skor telak 21-9.

Gim kedua, pertandingan berjalan alot. Zii Jia mampu unggul atas Jonatan dan mencapai interval dengan skor 11-8. Namun, setelah itu Jonatan bangkit dan balikkan keadaan dan mengakhiri perlawanan tunggal Malaysia dengan skor 21-17. Jonatan mengamankan satu angka buat Indonesia. 1-0.

Partai kedua pertemukan pasangan Fajar Alfian/Rian Ardianto menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik, finalis All England 2019. Fajar/Rian seperti tak sedang dalam performa terbaiknya. Skor memang tampak tipis, tapi sejak awal mereka terus-menerus menjadi pihak yang tertekan.

Gim pertama pun tak mampu mereka akhiri dengan keunggulan. Fajar/Rian tertinggal 17-21. Gim kedua tak berjalan berbeda buat Fajar/Rian. Malah, mereka kian terpuruk kali ini. Gim kedua pun ditutup dengan skor 21-13 untuk kemenangan pasangan Malaysia.
Kedudukan kini 1-1.

Pada partai ketiga, Indonesia diwakili oleh Anthony Sinisuka Ginting dan yang menjadi lawan adalah Soong Joo Ven. Di atas kertas, Anthony unggul segalanya. Posisi mereka di rangking BWF adalah bukti. Anthony ke-8, sedangkan lawannya urutan 62.

Namun, Anthony justru tampak kewalahan. Ia tak bisa berbuat banyak di gim pertama dan bahkan mesti menyerah dengan kedudukan yang terbilang jauh dari Joo Ven, yakni 13-21.

Anthony bangkit ke set yang kedua dan bermain apik hingga bisa unggul 21-17.

Skor tersebut membuat laga berlanjut ke gim ketiga. Di gim ini, laga berjalan lebih ketat. Sayangnya, dalam hal ini wakil Malaysia hampir selalu menjadi pihak yang unggul, termasuk saat ia mencapai interval lebih dulu dengan skor 11-10.

Namun, Anthony kembali bangkit. Setelah menyamakan kedudukan, ia selalu mampu mengungguli Joo Ven sampai kemudian berhasil menutup laga dengan kemenangan 21-18. Anthony pun menyumbang angka.

Dengan demikian, Indonesia kembali memimpin atas Malaysia lewat skor 2-1. Skor ini memungkinkan Indonesia untuk mengamankan emas lebih cepat jika berhasil memenangi partai keempat yang diwakili Wahyu Nayaka Arya Pangkaryana/Ade Yusuf Santoso.

Wahyu/Ade tampil meyakinkan di gim pertama. Mereka mencapai interval lebih dulu dengan skor 11-9. Setelahnya, Wahyu/Ade kian menjauh dan menutup perlawanan Ong/Teo di gim pertama dengan kedudukan 21-16.

Di gim kedua, Wahyu/Ade sebetulnya hampir selalu tertinggal. Skor 10-13, 13-14, hingga 16-17 adalah sedikit di antaranya. Tapi, tiba-tiba mereka mampu bangkit di poin-poin krusial.

Alhasil, Wahyu/Ade mencapai match point terlebih dahulu sampai akhirnya menutup laga dengan keunggulan 21-19.

Hasil ini sekaligus memastikan Indonesia menang dengan skor 3-1 atas Malaysia. Dengan begitu, medali emas bulu tangkis nomor beregu putra SEA Games 2019 sekaligus jadi emas ke-14 Indonesia di SEA Games 2019 .

TAGS : Olahraga SEA Games 2019 Bulutangkis Jonatan Christie




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :