Selasa, 03/08/2021 11:37 WIB

Rusia Tahan Perempuan Mata-mata Ukraina

Anggota parlemen Rusia, Dmitry Belik, mengatakan, perempuan itu bekerja sebagai pegawai sipil di Armada Laut Hitam Rusia, yang berbasis di Sevastopol.

Foto Dinas Keamanan Federal Rusia (Foto: Reuters)

Moskow, Jurnas.com - Pemerintah Rusia menahan seorang perempuan di Krimea karena diduga berusaha mendapatkan informasi rahasia militer Rusia atas nama pemerintah Ukraina.

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pada Jumat (29/11) bahwa wanita itu ditangkap atas dugaan pengkhianatan di kota Sevastopol.

"Dia direkrut dinas khusus Ukraina dan dengan sengaja mengumpulkan informasi militer rahasia di bawah instruksi Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina," kata FBS tanpa menyebut namanya.

Wanita itu terancam 20 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Anggota parlemen Rusia, Dmitry Belik, mengatakan wanita itu bekerja sebagai pegawai sipil di Armada Laut Hitam Rusia, yang berbasis di Sevastopol.

Perempuan menjadi orang kedua yang ditangkap bulan ini oleh pasukan Rusia atas dugaan memata-matai militer untuk Ukraina.

Hubungan antara Moskow dan Kiev memburuk sejak 2014, ketika semenanjung Laut Hitam di Crimea bergabung kembali dengan Rusia setelah referendum, di mana lebih dari 90 persen peserta memilih mendukung langkah itu.

Kiev, bersama dengan Barat, menyebut penyatuan kembali itu sebagai aneksasi tanah Ukraina oleh Rusia.

Sejak menjabat, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mulai menjajaki kemungkinan pembicaraan dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, untuk menyelesaikan konflik.

Dia mengatakan pada bulan September bahwa Kiev sedang mempersiapkan peta jalan, dengan tenggat waktu yang jelas untuk dibicarakan dengan para pemimpin Rusia, Jerman dan Perancis, untuk mengimplementasikan kesepakatan damai di Ukraina timur.

Tak lama setelah itu, kedua belah pihak bertukar beberapa tahanan untuk membuka jalan negosiasi serius.

Presiden Putin mengatakan pada saat itu bahwa pertukaran tahanan akan menjadi "langkah maju yang baik menuju normalisasi (hubungan)" dengan Kiev.

TAGS : Perempuan Mata-mata Keamanan Federal Rusia Ukraina




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :