Kamis, 18/08/2022 01:54 WIB

Konsulat Iran Dibakar di Najaf, Irak Minta Maaf

Pihak berwenang setempat belum mengungkap jumlah pasti korban dalam serangan itu, yang menyebabkan diberlakukannya partroli malam di Najaf. 

Menteri Luar Negeri Irak, Mohammad Mohammad Ali al-Hakim (Foto: Presstv)

Baghdad, Jurnas.com - Menteri Luar negeri Irak, Mohammad Ali al-Hakim menyampaikan meminta maaf kepada Iran setelah para perusuh membakar konsulat Republik Islam di Najaf.

Hakim mengatakan kepada timpalannya dari Iran, Mohammad Javad Zarif dalam panggilan telepon bahwa Baghdad berkomitmen untuk melindungi misi-misi diplomatik Iran dan staf mereka di Irak.

Para perusuh, yang telah mendatangkan malapetaka di berbagai bagian Irak selama beberapa pekan terakhir memanfaatkan aksi damai melawan korupsi dan kemiskinan, menyerbu ke misi diplomatik Republik Islam di Najaf dan membakarnya pada Rabu (27/11) malam.

Mereka juga menurunkan bendera Iran dan menggantinya dengan bendera Irak.

Pihak berwenang setempat belum mengungkap jumlah pasti korban dalam serangan itu, yang menyebabkan diberlakukannya partroli malam di Najaf. Polisi dan responden pertahanan sipil mengatakan staf konsulat telah dievakuasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengutuk serangan itu dan mendesak pemerintah Irak untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab, tegas dan efektif terhadap agen dan agresor yang merusak.

Ia mengatakan pemerintah Irak bertanggung jawab untuk melindungi para diplomat dan misi Iran. "Iran telah secara resmi mengomunikasikan protes kuatnya kepada duta besar Irak di Teheran," katanya.

Gubernur Najaf Luay Yasiri mengatakan, 47 personil polisi yang terluka saat bentrokan dengan para perusuh di luar konsulat Iran.

Sementara itu, seorang pejabat polisi mengatakan kepada Associated Press dengan syarat anonim bahwa seorang pengunjuk rasa telah tewas dan 35 lainnya terluka setelah polisi menembakkan amunisi untuk mencegah mereka memasuki konsulat.

TAGS : Konsulat Iran Irak Iran Abbas Mousavi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :