Kamis, 06/05/2021 04:59 WIB

Dua Rudal Korut yang Tidak Dikenal Mendarat di Laut Jepang

Proyektil diluncurkan dari provinsi Pyongan Selatan pada Kamis (31/10) sore, tanpa diketahui jenis perangkat yang dilibatkan atau seberapa jauh rudal terbang.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong un menyaksikan peluncuran rudal balistiknya (Foto: Reuters)

Pyongyang, Jurnas.com - Militer Korea Selatan mengatakan, Korea Utara baru saja meluncurkan dua proyektil tak dikenal ke arah Laut Jepang. Peluncuran itu diyakini kelanjutan dari uji coba senjata di tengah mandeknya perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS).

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan, proyektil diluncurkan dari provinsi Pyongan Selatan pada Kamis (31/10) sore, tanpa diketahui jenis proyektil tersebut atau seberapa jauh rudal terbang.

"Militer kami memantau situasi jika ada peluncuran tambahan dan mempertahankan postur kesiapan," kata JCS lebih lanjut dalam rilis singkatnya mengutip kantor berita Yonhap.

Penjaga Pantai Jepang juga mengatakan, Korea Utara tamaknya meluncurkan rudal dan menyarankan kapal untuk menghindari daerah itu. Jika benar, maka uji coba itu akan menjadi rudal pertama Korea Utara setelah hampir sebulan dan ke-12 sejak Mei.

Pada 3 Oktober, Pyongyang mengatakan, pihaknya berhasil melakukan uji coba menembakkan rudal balistik (SLBM) yang diluncurkan kapal selam baru dari laut sehari sebelumnya untuk menahan ancaman eksternal dan memperkuat pertahanan diri.

Korea Utara sudah mengembangkan teknologi SLBM (peluru kendali balistik berbasis kapal selam, Red ) sebelum menangguhkan uji coba rudal dan nuklir jarak jauh tahun lalu.

Uji coba kali ini empat hari setelah Pyongyang kembali mengingatkan AS terkait kebuntuan proses diplomatik antara kedua belah pihak atas rudal balistik Korea Utara dan program nuklir bahwa permusuhan terus-menerus dapat menyebabkan konflik.

Saat itu, Ketua Komite Perdamaian Asia-Pasifik Korea, Kim Yong-chol mengatakan, hubungan yang saling berperang masih ada dan bahwa akan ada pertukaran tembakan setiap saat.

Ia juga memperingatkan bahwa Gedung Putih salah menilai kesabaran dan toleransi Korea Utara.

Awal bulan ini, Pyongyang meninggalkan pembicaraan nuklir tingkat kerja dengan Washington di Swedia, dan sejak itu berulang kali mendesak AS untuk mengajukan tawaran baru pada akhir tahun ini.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un telah menetapkan akhir 2019 sebagai batas waktu untuk mencapai kemajuan dalam pembicaraan denuklirisasi yang macet antara Pyongyang dan Washington.

TAGS : Korea Selatan Rudal Balistik Korea Utara Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :