Minggu, 13/06/2021 08:41 WIB

Indonesia Ekspor Pesawat CN-235 dari Bandung ke Nepal

Penjualan CN-235 ini merupakan bagian dari usaha bersama peningkatan promosi industri strategis nasional.

Pesawat CN235-220 dipamerkan pada pelepasan resmi di Bandung, Rabu (30/10).

Bandung, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri RI, mendorong upaya diplomasi ekonomi untuk terus memperluas penetrasi produk ekspor ke pasar non-tradisional ke kawasan Asia Selatan, Afrika, dan Timur Tengah.

Melalui sinergi dan koordinasi di antara para pemangku kepentingan, Indonesia mampu mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang ada tersebut.

Salah satu hasil kongkritnya adalah diberangkatkannya Pesawat CN235-220 buatan PT. Dirgantara Indonesia dari Bandung menuju Kathmandu, Nepal.

Pesawat multiguna senilai USD 30,5 juta itu dijadwalkan tiba di Kathmandu pada 2 November 2019. Pengiriman pesawat ini adalah hasil dari penandatanganan kontrak kedua negara tahun 2017 di Kathmandu.

"Penggunaan pesawat produksi Indonesia oleh AD Nepal ini semakin mengukuhkan kepercayaan dunia atas karya anak bangsa," ujar Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro pada acara pelepasan resmi di Bandung, Rabu (30/10).

"Nepal adalah negara ke-23 di dunia dan ke-2 di Asia Selatan yang menggunakan CN235 setelah Pakistan," sambungnya.

Kepercayaan Nepal atas pesawat buatan PTDI semakin kuat setelah tim AD Nepal berkunjung ke Bandung untuk memeriksa langsung CN-235 tersebut pada September lalu. Nepal juga bermaksud memesan pesawat ke-2 dari PTDI.

Selain Nepal, PTDI tengah memproduksi sejumlah pesawat untuk beberapa negara termasuk Senegal dan Thailand.

Pembelian pesawat ini mempergunakan sistem pembiayaan melalui program dari LPEI, yaitu National Interest Account yang merupakan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam rangka penguatan pembiayaan ekspor.

Penjualan CN-235 ini merupakan bagian dari usaha bersama peningkatan promosi industri strategis nasional untuk bersaing di pasar internasional sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Kemenlu terus mendorong promosi dan mengawal proses negosiasi kontrak sejumlah BUMN unggulan agar diplomasi ekonomi memberikan manfaat langsung bagi negara.

Selain PTDI, sejumlah BUMN lain juga tengah melakukan sejumlah pembahasan proyek dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, diantaranya PT. Waskita Karya, PT. INKA, PT. Pindad, PT. LEN, Perum Peruri, PT Pelindo II dan PT. GMF Aero Asia.

TAGS : Nepal Pesawat CN235-220 Ekspor Pesawat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :