Kamis, 25/07/2024 05:35 WIB

Iran Bersedia Berkunjung ke Arab Saudi

Kebijakan Republik Islam untuk mendukung rakyat Yaman. Ia mengatakan, Iran akan selalu mendukung negara Yaman.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif (Foto: Presstv)

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan bersedia mengunjungi Arab Saudi untuk mengurangi ketegangan antara Riyadh dan Teheran.

Demikian kata Zarif di sela konferensi yang bertema "Unilateralisme dan Hukum Internasional " di Teheran, Senin (21/10).

"Jika ada kesempatan, saya siap untuk melakukan perjalanan ke Riyadh untuk menyelesaikan perbedaan antara kedua negara," kata Zarif dikutip ISNA.

"Teheran menyambut setiap inisiatif yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di kawasan itu dan akan bekerja sama [dengan pihak lain] untuk mengakhiri perang Yaman," tambahnya.

Zarif juga menegaskan kembali kebijakan Republik Islam untuk mendukung rakyat Yaman. Ia mengatakan, Iran akan selalu mendukung negara Yaman.

"Kami percaya bahwa akhir perang pertama-tama akan membantu rakyat Yaman," ujar Zarif.

Di tempat lain dalam sambutannya, Zarif memgatakan, terus-menerus berhubungan dengan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan sehubungan dengan perkembangan di Yaman.

Awal bulan ini, Khan melakukan kunjungan resmi ke Teheran untuk bertemu Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani.

Bertemu dengan Khan, Ayatollah Khamenei mengatakan, akhir perang yang sedang berlangsung di Yaman memiliki efek positif di kawasan itu, menyoroti rencana Iran sebagai solusi yang cocok untuk krisis ini.

"Republik Islam Iran telah lama mempresentasikan rencana empat poin untuk mengakhiri perang di Yaman," kata Ayatollah Khamenei.

"Akhir dari perang ini dengan cara yang tepat memiliki efek positif pada kawasan itu," tambahnya.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu melakukan ekspansi militer di Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan mengembalikkan Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan, perang di negara itu sudah merenggut lebih dari 91.000 nyawa selama empat setengah tahun terakhir.

Perang ini juga merusak infrastruktur negara, seperti rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem.

KEYWORD :

Arab Saudi Konflik Regional Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :