Jum'at, 03/05/2024 05:50 WIB

Iran Bantah Cemari Lingkungan di Lepas Pantai Arab Saudi

Pihak kapal menolak laporan media dan mengklaim bahwa kapal itu menyebabkan pencemaran lingkungan ketika sedang dalam perjalanan kembali ke Iran.

Kapal tanker Iran, Sabiti usai diserang 13 Oktober 2019, (Foto: AFP )

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran membantah kapal tankernya mencemari lingkungan di lepas pantai Arab Saudi. Kapal tanker yang diserang di Laut Merah itu disebut masih mengalami kebocoran dalam perjalan pulang ke negara asal.

Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) mengatakan, kebocoran minyak dari kapal Iran MT Sabiti karena dua serangan roket terhadap kapal tanker itu ketika sedang berlayar di lepas pantai Jeddah pada 11 Oktober dapat diatasi dengan cepat.

"Melalui upaya dan langkah-langkah teknis yang diberlakukan dan daftar kapal, lubang-lubang akibat serangan roket diposisikan di atas permukaan air dan dengan demikian kebocorannya sepenuhnya dihentikan," kata NITC dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan bahwa Sabiti tak lagi mengalami kebocoran dalam tiga hari terakhir. Ia menolak laporan media dan mengklaim bahwa kapal itu menyebabkan pencemaran lingkungan ketika sedang dalam perjalanan kembali ke Iran.

NITC mengatakan kapal tanker Iran berlayar melewati selat Bab al-Mandeb sementara dalam kondisi yang benar-benar seimbang dan aman, menambahkan bahwa itu akan memasuki perairan Teluk Persia segera.

Iran belum mengumumkan oknum di balik dua serangan terhadap Sabiti. Namun, para pejabat mengatakan akan menjawab serangan itu setelah pemeriksaan menyeluruh atas fakta di Teheran.

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Iran yakin bahwa pemerintah telah berada di balik serangan tersebut sambil memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi bagi para pelaku.

KEYWORD :

Arab Saudi Kapal Tanker Hassan Rouhani Laut Merah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :