Minggu, 01/08/2021 18:42 WIB

Selama Tak Ada Eksploitasi, KPAI Dukung Audisi untuk Anak

Sejak awal KPAI mendorong berbagai kegiatan audisi yang bersifat positif sesuai perkembangan bakat anak, serta merupakan upaya pemenuhan hak anak.

Pasangan bulutangkis putra Indonesia, Berry Anggriawan dan Hardianto

Purwokerto, Jurnas.com - Sebagai tindak rangkaian pemantauan kegiatan audisi ini, maka KPAI bersama beberapa kementerian terkait antara lain KPPPA dan Kemenpora melakukan pengawasan langsung di Kota Purwokerto.

Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty mengatakan pihak Djarum memilih untuk menghentikan gelaran kegiatan audisi pencarian bakat anak dalam bidang bulutangkis yang telah dilakukan sejak tahun 2008, dan menjadikan kegiatan audisi di tahun 2019 ini sebagai kegiatan terakhir mereka sehingga tidak akan ada kegiatan serupa di tahun 2020.

"Untuk itu mereka pamit, dan kata pamit ini tiba-tiba saja menjadi trending, dan publik menyalahkan pemerintah dalam hal ini KPAI atas keputusan yang dibuat Djarum," ucap Sitti dalam siaran pers hari ini, Senin (9/9).

Tentu saja, menurut Sitti hal ini menjadi sebuah hal menarik, mengingat sejak awal KPAI mendorong berbagai kegiatan audisi yang bersifat positif sesuai perkembangan bakat anak, serta merupakan upaya pemenuhan hak anak, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga dalam bidang lain seperti seni yang menjadi minat dan bakat anak tersebut.

"Namun kegiatan audisi yang mengandung unsur eksploitasi tentu menjadi perhatian tersendiri karena melanggar tata peraturan dan perundangan yang berlaku," sambungnya.

Audisi adalah suatu bentuk proses seleksi, bukan pembinaan hal ini penting disampaikan bahwa dalam rapat tanggal 4 September memang disampaikan akan mencari bentuk proses seleksi yang lain, ini diksi yang harus tegas dipahami, agar tidak terjadi bias pemahaman.

Artinya jika audisi dalam bentuk besar-besaran dan ekspose penuh media namun melanggar undang-undang, bisa ditinggalkan dan akan diganti dengan proses seleksi dengan skala yang lebih kecil namun tidak melanggar undang-undang.

"Akan halnya, pembinaan tetap berjalan. Saya setuju pendapat Anggota Komisi VIII DPR RI, Bapak Sodiq Mujadid bahwa kita dalam hal ini harus tetap berkepala dingin, tidak baper dan lebay," ucapnya.

TAGS : Olahraga Bulutangkis PB Djarum Perlindungan Anak




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :