Sabtu, 16/10/2021 10:36 WIB

Pompeo Tekan Eropa atas Rencana Iran Kembangkan Nuklir

Pompeo menekan negara-negara Eropa setelah Teheran mengumumkan mengurangi komitmennya di bawah perjanjian nuklir 2015 yang ditandatangani dengan kekuatan utama dunia.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo. (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo meminta negara-negara Eropa untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai pemerasan nuklir Iran.

Lewat cuitannya, Pompeo menekan negara-negara Eropa setelah Teheran mengumumkan mengurangi komitmennya di bawah perjanjian nuklir 2015 yang ditandatangani dengan kekuatan utama dunia.

Sebelumnya, Iran memberi tahu Uni Eropa akan memulai penelitian dan pengembangan nuklir tanpa batas mulai Jumat, secara resmi melepaskan tahap ketiga dari tanggapan terukurnya terhadap kurangnya tindakan Eropa dalam menghadapi pelanggaran Washington terhadap kesepakatan nuklir.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dalam sebuah surat bahwa Iran semakin mengurangi komitmennya di bawah JCPOA karena ketidakmampuan Inggris, Perancis dan Jerman memenuhi komitmennya.

Pernyataan Zarif datang setelah Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan, Teheran akan memperluas penelitian dan pengembangan nuklir pada 6 September, mengesampingkan pembatasan yang dikenakan pada penelitian dan pengembangan negara (R&D) di JCPOA.

Pompeo, bagaimanapun, menuduh Iran berniat membangun sistem senjata nuklir. "Hal-hal itu tidak dapat diterima," kata Pompeo kepada stasiun radio Kansas City KCMO.

Namun, Pompeo itu menunjukkan kesediaan Presiden AS, Donald Trump untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran.

"Selama berbulan-bulan sekarang Presiden Trump telah mengatakan bahwa dia akan senang bertemu dengan kepemimpinan Iran tanpa prasyarat. Tetapi hasil kami dari percakapan itu juga tidak ambigu," kata Pompeo dalam wawancara.

TAGS : Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat Uni Eropa Mike Pompeo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :