Kamis, 29/07/2021 19:25 WIB

Gelar SKB Pertama Indonesia-Kuwait, Retno: Kita Ukir Sejara Baru

Dalam Pertemuan SKB, kedua Menlu sepakat pentingnya memperkuat kerjasama ekonomi kedua negara. Misalnya, bidang perdagangan, investasi dan kerjasama untuk mengirim pekerja skilled dari Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, berasa Forum Bisnis Indonesia-Kuwait di Gedung Kamar Dagang dan Industri Kuwait di Kuwait City, Senin 2 September 2019. (Foto: Kemenlu)

Kuwait City, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, Sidang Komisi Bersama (SKB) Pertama RI-Kuwait merupakan tonggak sejarah baru hubungan Indonesia-Kuwait dalam memperkuat kerjasama ekonomi.

Hal itu disampaikan Retno pada pertemuan Sidang Komisi Pertama RI-Kuwait yang dipimpin bersama dengan Menlu Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al Hamad Al Sabah, di Kuwait City, Senin (2/9) waktu setempat.

"Sidang Komisi Bersama Indonesia dan Kuwait adalah platform yang dapat digunakan untuk memperkuat kerja sama kedua negara terutama di bidang ekonomi," ujar Retno.

Kuwait dan Indonesia adalah dua sahabat dekat dan memiliki banyak kesamaan posisi di berbagai isu Kawasan/internasional.

Dalam Pertemuan SKB, kedua Menlu sepakat pentingnya memperkuat kerjasama ekonomi kedua negara. Misalnya, bidang perdagangan, investasi dan kerjasama untuk mengirim pekerja skilled dari Indonesia.

Di bidang perdagangan, kedua Menlu mencatat menurunnya angka perdagangan kedua negara. Karena itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.

Dalam kaitan ini, Retno menyampaikan bahwa Indonesia telah sampaikan usulan untuk membuat FTA antara Indonesia dengan GCC dan meminta agar Kuwait dapat mendukung usulan ini.

Indonesia dan GCC telah menandatangani MoU mengenai pelaksanaan Konsultasi regular di Jakarta tanggal 28 Agustus 2019. Melalui penandatangan MoU ini diharapkan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan enam negara GCC dapat ditingkatkan.

Perdagangan kedua negara juga perlu ditingkatkan diluar sektor minyak dan gas. Menlu Retno menyampaikan beberapa usulan tambahan, antara lain di bidang industri halal, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.

Di bidang investasi, Kuwait Foreign Petroleum Company Exploration Company (KUFPEC) dan Kuwait Investment Authority (KIA) menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di sektor upstream dan downstream industri migas di Indonesia.

Komitmen KUFPEC untuk meningkatkan investasi di Indonesia disampaikan pada Pertemuan antara Menlu RI dengan CEO KUFPEC di Kuwait City, Minggu (1/9).

Guna memberikan perlindungan terhadap kerjasama investasi, Indonesia dan Kuwait sepakat untuk melanjutkan perundingan perjanjian promosi dan perlindungan investasi kedua negara.

"Perjanjian ini akan memberikan kepastian dan rasa aman bagi investor kedua negara," ujar Retno.

Terkait dengan tenaga kerja profesional, tenaga kerja profesional Indonesia sangat diminati di Kuwait khususnya di bidang kesehatan seperti perawat, tenaga ahli bidang IT, engineers di bidang migas dan juga di bidang hospitalities perhotelan, restaurant, SPA dan lainnya.

Dalam kesempatan kunjungan, telah dilakukan Indonesia Labour Market yang mempertemukan Perusahaan Pengirim tenaga Kerja Profesional dengan Perusahaan Penerima Tenaga Kerja profesional di Kuwait.

Retno juga melakukan pertemuan dengan lima perusahaan besar di Kuwait yang menyalurkan tenaga kerja professional dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Rata-rata mereka puas dengan kinerja tenaga kerja Indoensia. Menlu Retno melihat keinginan perusahaan-perusahaan untuk menambah tenaga terampil dari Indonesia, termasuk di bidang kerajinan furniture dan spa.

Kedua Menlu juga membahas perkembangan situasi di Kawasan dan global yang menjadi kepentingan bersama. Kuwait menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi politik luar negeri Indonesia yang selalu menjadi bagian dari solusi berbagai permasalahan global.

TAGS : Kuwait City Retno Marsudi Info Kemenlu




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :