Selasa, 20/04/2021 10:05 WIB

Hariri Kutut Keras Agresi Israel di Lebanon

Moskow sangat berkomitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan stabilitas Lebanon.

Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri (Foto: Reuters / Mohamed Azakir)

Beirut, Jurnas.com - Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri mengutuk keras serangan pesawat tak berawak Israel baru-baru ini sebagai pelanggaran lebih lanjut atas kedaulatan Beirut.

Lewat sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Hariri menyebut serangan Israel baru ini di Lebanon berbahaya, serangan terhadap kedaulatan Lebanon dan pelanggaran Resolusi 1701 tentangan gencatan senjata antara Israel-hizbullah.

Ia menambahkan bahwa Lebanon mengandalkan peran Rusia membantu mencegah eskalasi dan ketegangan lebih lanjut, serta mengirim pesan yang jelas ke Israel untuk berhenti melanggar kedaulatan Lebanon.

Sementara itu, Menteri Lavrov, mengatakan, Moskow sangat berkomitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan stabilitas Lebanon.

Rusia menekankan perlunya menghormati hukum internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menjadi perantara gencatan senjata dalam perang agresi yang diluncurkan Israel terhadap Lebanon pada musim panas 2006.

Pada Senin (26/8), Hariri meminta Dewan Keamanan PBB untuk menekan Israel agar tidak melakukan tindakan agresi terhadap Lebanon.

"Jika agresi Israel meningkat, ini akan berdampak berbahaya pada Lebanon dan seluruh wilayah," ujar Hariri.

Hariri mengatakan, pemerintah ingin mencegah eskalasi, yang memerlukan dukungan dari komunitas internasional.

Pernyataannya itu disampaikan selama pertemuan dengan duta besar Prancis, China, Amerika Serikat (AS), Rusia dan Inggris ke Lebanon.

Secara terpisah, Presiden Libanon Michel Aoun mengatakan serangan pesawat tak berawak Israel di Libanon baru-baru ini merupakan deklarasi perang terhadap negara Arab. Ia berjanji, Lebanon akan mempertahankan kedaulatannya dari agresi Israel.

"Apa yang terjadi mirip dengan deklarasi perang, yang memungkinkan kami untuk menggunakan hak kami untuk mempertahankan kedaulatan kami," kata Aoun saat bertemu Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon,Yan Kubish.

Gerakan Perlawanan Libanon, Hizbullah, mengatakan, Israel sudah mengirim dua pesawat tanpa awak ke Lebanon dalam misi pemboman pada akhir pekan.

Menurut Hezbollah, pesawat tak berawak pertama jatuh di sebuah gedung media Hezbollah di pinggiran kota Dahieh. Drone kedua, jatuh di sebidang kosong di dekat drone yang pertama setelah diledakkan di udara.

TAGS : Drone Israel Lebanon Saad al-Hariri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :