Senin, 02/08/2021 20:07 WIB

Hizbullah Temukan Drone Israel Berisi Paket Bom

Presiden Lebanon Michel Aoun pada Senin kemarin mengecam serangan drone yang dituduh milik Israel, sebagai

Pemerintah melarang menerbangkan drone di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Beirut, Jurnas.com - Gerakan militer Lebanon, Hizbullah telah menemukan sebuah pesawat tak berawak (drone) diduga milik Israel, yang jatuh di markasnya di Beirut, pada akhir pekan lalu yang berisi sebuah alat peledak berbobot lebih dari 5kg.

Kelompok Syiah yang didukung Iran itu sebelumnya mengungkapkan bahwa sebuah pesawat pengintai Israel terbang di atas selatan Beirut sebelum akhirnya mengalami tabrakan dan jatuh.

Adapun pesawat tak berawak kedua tak lama kemudian muncul, lalu jatuh setelah "menghantam area tertentu" sebelum subuh, pada Minggu pekan lalu.

"Para ahli membongkar drone pertama yang jatuh di pinggiran selatan Beirut, ditemukan bahwa ia berisi alat peledak bersegel sekitar 5,5 kg," kata Hizbullah.

"Kami mengonfirmasi bahwa tujuan dari drone pertama ini bukan pengintaian, tetapi untuk melakukan serangan pemboman," ujar kelompok itu dikutip dari CNA pada Selasa (27/8).

Dalam temuan terbaru, kata Hizbullah, serangan pesawat tak berawak kedua bukan hanya satu, tapi dua pesawat tak berawak yang berisi peledak. Satu drone meledak, dan yang lainnya mengalami kegagalan teknis.

Dengan dua kejadian itu, Presiden Lebanon Michel Aoun pada Senin kemarin mengecam serangan drone yang dituduh milik Israel, sebagai "deklarasi perang".

Ini menandai "aksi permusuhan" pertama di Lebanon sejak perang 2006 antara Hizbullah dan Israel, kata ketua partai Hassan Nasrallah pada akhir pekan lalu yang berjanji akan melakukan pembalasan.

Israel tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Tetapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Senin kemarin, bahwa negaranya siap menggunakan "segala cara yang diperlukan" untuk mempertahankan diri terhadap ancaman Iran.

TAGS : Lebanon Drone Israel Bom




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :