Senin, 21/06/2021 17:12 WIB

Militer Iran Kutuk Sanksi AS untuk Menlu Javad Zarif

Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Republik Islam memperingatkan petualangan AS, yang mengatakan itu pasti gagal. Sanksi itu adalah tanda pengecut.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (Foto:Richard Drew / AP)

Jakarta, Jurnas.com - Para pemimpin militer Iran pada mengutuk sanksi baru AS yang dijatuhkan kepada Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, Kamis (01/08) waktu setempat.

Departemen Keuangan AS memberi sanksi pada Zarif pada Rabu karena ia mengimplementasikan agenda pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Selain itu, Zarif adalah juru bicara Iran sehingga sanksi mengirim pesan yang jelas bahwa perilaku Iran tidak dapat diterima. Korps Pengawal Revolusi Islam mengatakan sanksi itu "konyol" dan "ilegal."

"Dengan menjatuhkan sanksi pada menteri luar negeri yang terhormat Iran, Amerika sekali lagi menunjukkan kemarahan mereka pada penyebaran wacana yang menginspirasi dan anti-arogan Revolusi Islam dan mengungkap kenakalan dan permusuhan mereka terhadap pembentukan bangsa dan bangsa Iran yang bermartabat," katanya dilansir UPI.

Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Republik Islam memperingatkan petualangan AS, yang mengatakan itu pasti gagal. Sanksi itu adalah tanda pengecut.

"Pemerintah AS yang arogan telah melanjutkan langkah-langkah pelanggaran hukumnya yang bertentangan dengan norma-norma internasional, telah mengambil langkah tidak jujur ini karena frustrasi untuk menebus kekalahan berturut-turut di dunia dan wilayah," Staf Umum Angkatan Bersenjata Angkatan Bersenjata Republik Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Staf Umum mengejek upaya AS untuk membentuk koalisi maritim di Selat Hormuz dan Teluk Persia. Garda Revolusi mengatakan sanksi adalah tanda keputusasaan, penderitaan dan kelemahan.

"Tindakan semacam itu yang menargetkan Republik Islam, bagaimanapun, tidak mengubah fakta bahwa negara itu telah mengakhiri `sikap era Amerika sebagai negara adikuasa dan petualangan mereka di kawasan itu, dan telah memimpin mereka dan daerah mereka serta tambahan - antek-antek daerah untuk frustrasi memalukan, "kata Pengawal Revolusi dalam sebuah pernyataan.

TAGS : Menlu Iran Sanksi AS




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :