Kamis, 22/02/2024 16:56 WIB

Trump Teken Kesepakatan Kontroversial dengan Guatemala

Kesepakatan itu dilakukan seiring dengan meningkatnya tekanan Washington pada negara Amerika Tengah tersebut, untuk membendung aliran migran menuju perbatasan AS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan telah meneken kesepakatan suaka dengan Guatemala, pada Jumat (27/7).

Kesepakatan itu dilakukan seiring dengan meningkatnya tekanan Washington pada negara Amerika Tengah tersebut, untuk membendung aliran migran menuju perbatasan AS.

Dikutip dari AFP, Gedung Putih dalam keterangannya menyampaikan bahwa Guatemala telah ditetapkan sebagai negara ketiga yang aman. Dengan demikian, para migran asal Meksiko dapat memasuki Guatemala untuk mencari suaka.

Namun dalam kesempatan berbeda, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebut istilah `negara aman ketiga` tidak tertera di dalam naskah kesepakatan.

"Kesepakatan ini memberikan keamanan bagi para pencari suaka yang sah, dan menghentikan penipuan suaka," kata Trump kepada awak media.

"Perjanjian penting ini akan membuat anjing hutan dan penyelundup gulung tikar," lanjut dia, merujuk pada sindikat perdagangan ribuan migran Meksiko ke perbatasan AS bagian selatan.

Selain kesepakatan suaka, Trump juga mengumumkan kemenangan lainnya terkait imigrasi, yakni disetujuinya proposal US$2,5 miliar untuk pembangunan tembok perbatasan oleh Mahkamah Agung.

"Kemenangan besar di tembok perbatasan. Kemenangan besar untuk keamanan perbatasan dan aturan hukum," tulis dia di Twitter.

Perjanjian suaka dengan Guatemala terjadi beberapa hari setelah Trump mengancam akan memberlakukan sanksi keras terhadap negara kecil Amerika Tengah itu, jika tidak menandatangani kesepakatan suaka. Ancaman Trump antara lain larangan perjalanan, tarif, dan biaya pengiriman uang.

Perjanjian ditandatangani di Kantor Oval oleh Menteri Dalam Negeri Guatemala, Enrique Degenhart, dan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS Kevin McAleenan, yang berlaku untuk migran Salvador atau migran Honduras yang melewati Guatemala menuju Amerika Serikat.

"Klaim suaka mereka sekarang harus diajukan di Guatemala," terang McAleenan.

TAGS : Amerika Serikat Guatemala Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :