Senin, 17/06/2024 10:51 WIB

KKN Kewirausahaan Unpad Ditarget Genjot Ekonomi Masyarakat

Mahasiswa KKN Kewirausahaan diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, melalui pendekatan social enterprenuership.

Direktur Pembelajaran Direktorat Belmawa Kemristekdikti Paristiyanti Nurwardani bersama peserta KKN Kewirausahaan

Bandung, Jurnas.com – Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung melepas 482 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan, pada Jumat (12/7) di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Seluruh peserta yang nantinya akan disebar di 53 desa di lima kecamatan se-Kabupaten Sumedang, diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, melalui pendekatan social enterprenuership.

“Mahasiswa harus punya wirausaha. Lihat desanya, apakah ada calon usaha yang bisa dipromosikan. Bisa saja nanti satu desa, satu produk, yang selanjutnya akan didiskusikan kepada Kecamatan, mana yang bisa dikembangkan,” kata Plt Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti.

Rina juga menyarankan bagi mahasiswa yang menemukan hal yang berkesan di desa, agar diangkat menjadi skripsi. Dengan demikian, penelitian tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Mereka yang punya jiwa kewirausahaan itu tidak hanya diaplikasikan untuk diri sendiri, tapi juga masyarakat untuk mendorong mereka jadi wirausaha,” jelas dia.

Saat ini, KKN Kewirausahaan yang digelar oleh Unpad masih berstatus pilot project, sebelum diterapkan secara nasional di seluruh perguruan tinggi.

Sementara Direktur Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Paristiyanti Nurwardani menerangkan, KKN Kewirausahaan Unpad merupakan hasil MoU antara Belmawa dan USAID Mitra Kunci pada 10 Juni lalu.

Dia mengatakan, KKN ini mengusung sistem kerja penta-helix, dengan melibatkan akademisi, pemerintah, industri, lembaga swadaya USAID, usaha serta masyarakat sebagai penerima manfaat langsung.

“Sehingga tolong nanti dipilih 10 yang terbaik untuk diberi permodalan, agar ide mahasiswa Unpad ini menjadi nyata,” ujar Paristiyanti.

Paristiyanti juga menjanjikan hadiah study tour ke Thailand di akhir 2019 bagi 10 mahasiswa terbaik, yang paling aktif mempromosikan gagasan maupun produk desa di sosial media. Thailand dipilih, karena negara ini memiliki pengelolaan UKM terbaik se-Asia Tenggara.

Adapun Bupati Sumedang, Dony A. Munir yang hadir dalam pelepasan tersebut berharap mahasiswa gencar melakukan promosi keunikan desa-desa di Sumedang melalui media sosial.

Sebab jika strategi tersebut berhasil, dia menargetkan angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang tahun ini akan turun hingga 0,8 persen.

“Program ini sama persis dengan peta pembangunan kami melalui konsep pentahelix. Kami yakin pembangunan akan berhasil jika pentahelix ini bersinergi. Apalagi kami punya program OVOP (Satu Desa Satu Produk, Red),” papar Munir.

KEYWORD :

KKN Kewirausahaan Belmawa Kemristekdikti




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :


TERKINI