Rabu, 24/07/2024 00:10 WIB

Presiden Maduro Tegaskan akan Melakukan Tindakan Kejam kepada Oposisi

Rodriguez menuduh mantan kepala intelijen Venezuela, Cristopher Figuera, yang membelot ke AS, hanya untuk mendapatkan dolar memilih mendukung pemberontakan militer terhadap presiden pada April lalu, yang berhasil digagalkan.

Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez (Foto: Handout/Venezuelan Presidency/AFP)

Caracas, Jurnas.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memperingatkan akan melakukan tindakan kejam kepada oposisi jika mencoba melakukan kudeta. Itu disampaikan setelah pemerintahnya mengatakan telah menggagalkan rencana pembunuah Maduro.

"Kita akan kejam dalam serangan balasan revolusioner terhadap upaya kudeta fasis - kejam!" kata Maduro dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional di radio dan televisi, Rabu (26/6).

Sebelumnya, juru bicara Maduro Jorge Rodriguez mengatakan, jaringan sebagian besar pensiunan perwira polisi dan tentara merencanakan membom bangunan utama pemerintah, merebut pangkalan udara Caracas dan menjarah bank sentral Venezuela.

Menurut Rodriguez, kudeta yang direncanakan disebut bertujuan untuk membunuh Presiden Maduro dan kemudian menempatkan seorang jenderal sebagai presiden.

Ia menyebutkan bahwa jaringan itu menyelinap ingin mencuri helikopter untuk membebaskan Raul Baduel, mantan menteri pertahanan yang sekarang berada di penjara dan mengangkatnya sebagai presiden.

Rodriguez juga mengungkapkan bahwa upaya kudeta dan rencana pembunuhan presiden Venezuela melibatkan Presiden Kolombia, Ivan Duque Presiden Chili, Sebastian Pinera dan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton.

Selain itu, Rodriguez menuduh mantan kepala intelijen Venezuela, Cristopher Figuera, yang membelot ke AS, hanya untuk mendapatkan dolar memilih mendukung pemberontakan militer terhadap presiden pada April lalu, yang berhasil digagalkan.

Awal bulan ini, otoritas Venezuela mengatakan sebanyak 17 orang telah didakwa melakukan kudeta pada 30 April, saat pemimpin oposisi Juan Guaido gagal membujuk pemberontakan dengan meminta pasukan bersenjata melawan Maduro.

Disebutkan bahwa kegagalan rencana kudeta itu juga turut gagal menggeser kesetiaan militer terhadap Maduro dan Guaido hanya didukung oleh sekitar 30 personel militer.

Guaido diakui sebagai presiden sementara oleh lebih dari 50 pemerintah negara, termasuk AS, yang menjatuhkan sejumlah sanksi yang melumpuhkan pada pemerintah Maduro.

KEYWORD :

Konflik Venezuela Juan Guaido Nicolas Maduro Rencana Pembunuhan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :