Sabtu, 25/09/2021 01:32 WIB

Rusia Tuding ISIS Siapkan Serangan Senjata Kimia di Idlib

Rusia memperingatkan, militan Takfiri (ISIS) yang disponsori asing sedang mempersiapkan serangan kimia di provinsi barat laut Suriah, Idlib untuk melibatkan pasukan pemerintah dan menciptakan dalih untuk kemungkinan tindakan agresi asing terhadap negara Arab yang dilanda krisis.

Pemerintah Rusia mengumumkan memusnakan sejumlah senjata kimia pada Rabu (27/9) (Foto: RT)

Jakarta, Jurnas.com - Rusia memperingatkan, militan Takfiri (ISIS) yang disponsori asing sedang mempersiapkan serangan kimia di provinsi barat laut Suriah, Idlib untuk melibatkan pasukan pemerintah dan menciptakan dalih untuk kemungkinan tindakan agresi asing terhadap negara Arab yang dilanda krisis.

Dilansir PressTV, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyuarakan keprihatinan negaranya atas situasi yang sedang berlangsung di provinsi Idlib.

Maria memperingatkan, teroris berusaha untuk meningkatkan ketegangan di sana melalui pengorganisasian serangan kimia bendera palsu baru, menekankan bahwa penemuan rumah sakit lapangan milik anggota kelompok pertahanan sipil yang disebut Helm Putih di provinsi Hama di Suriah barat-tengah merupakan sebuah bukti yang valid.

Maria juga menyoroti peralatan medis, masker gas dan filternya selain pakaian dan peralatan pelindung kimia telah ditemukan dari lokasi, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk secara serius menangani kemungkinan operasi bendera palsu dan penggunaan senjata kimia oleh kelompok teroris Takfiri.

"Tindakan berbahaya dan provokatif teroris di provinsi barat Suriah Hama, Idlib dan Latakia, yang mengancam warga sipil Suriah, personil militer dan pangkalan udara Hmeimim yang dikelola Rusia tidak dapat ditoleransi," kata Maria.

"Terlepas dari serangan teroris yang agresif, Rusia tetap berkomitmen pada kesepakatan tentang stabilisasi situasi di Idlib. Personel militer Rusia dan Turki terus-menerus melakukan kontak untuk mencegah kemungkinan peningkatan," tambahnya.

Pada 14 April 2018, AS, Inggris dan Prancis melakukan serangkaian serangan udara terhadap Suriah atas dugaan serangan senjata kimia di kota Douma, yang terletak sekitar 10 kilometer timur laut ibukota Damaskus.

Washington dan sekutunya menyalahkan Damaskus atas serangan Douma, sebuah tuduhan yang ditolak oleh pemerintah Suriah.

Pemerintah Barat dan sekutu mereka tidak pernah berhenti menunjukkan jari ke Damaskus setiap kali terjadi serangan kimia.

Suriah menyerahkan persediaan senjata kimia pada tahun 2014 ke misi bersama yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengawasi penghancuran senjata. Ia juga secara konsisten membantah menggunakan senjata kimia.

Suriah telah dicekam oleh militansi yang didukung asing sejak Maret 2011. Pemerintah Suriah mengatakan rezim Israel dan sekutu Barat dan regionalnya membantu kelompok-kelompok teroris Takfiri yang mendatangkan malapetaka di negara itu.

TAGS : Senjata Kimia Idlib Rusia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :