Kamis, 25/07/2024 04:30 WIB

Kunjungi Iran, Oman Ingin Jadi "Wasit" Lagi?

Oman merupakan negara yang membantu menengahi Iran dan Amerika Serikat (AS), setelah kedua negara memutuskan hubungan diplomatik di era 1980 silam.

Menteri Luar Negeri Oman Yousuf bin Alawi bin Abdullah (Foto: Middle East Monitor)

London, Jurnas.com - Oman tampaknya mulai gerah dengan ketegangan yang terjadi kawasan Teluk. Pada Senin (20/5), Menteri Luar Negeri Oman Yousuf bin Alawi bin Abdullah mengunjungi Teheran, Iran.

Dikutip dari Reuters, Oman merupakan negara yang membantu menengahi Iran dan Amerika Serikat (AS), setelah kedua negara memutuskan hubungan diplomatik di era 1980 silam.

Dan kini, keduanya sedang memanas, menyusul peningkatan jumlah personil militer AS, pengerahan kapal induk AS, dan keberadaan pesawat tempur bomber B-52 di kawasan Teluk.

Menurut kantor berita Iran, IRNA, Yousuf datang ke Teheran dalam rangka bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif.

Kendati demikian, hingga petang ini belum diketahui apakah kunjungan tersebut juga membahas secara langsung mengenai konflik Iran versus AS.

Sementara dalam rangka menyikapi ketegangan, Arab Saudi menegaskan tidak akan segan-segan bertindak ofensif jika diserang oleh Iran. Kendati demikian, negara petrominyak tersebut tetap bersikukuh tidak menginginkan perang.

"Kerajaan Arab Saudi tidak menginginkan perang di wilayah itu dan tidak berjuang untuk itu. Tapi pada saat yang sama, jika pihak lain memilih perang, maka kerajaan akan melawan dengan semua kekuatan dan tekad mempertahankan diri, warga negaranya, dan kepentingannya," tegas Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir pada Senin (20/5).

KEYWORD :

Oman Iran Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :