Rabu, 28/09/2022 06:16 WIB

Bengat: Elektabilitas Jokowi-Ma`ruf Bisa 60 Persen Jika TKN Berkolaborasi dengan Relawan

Bengat Simbolon (kiri)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Relawan Jokowi, JoDo Gw2019, Benget Simbolon menilai kemenangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin akan semakin maksimal, bahkan bisa mencapai 60 persen jika Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 melakukan kolaborasi dengan para relawan.

"Seharusnya suara Paslon nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin bisa tembus 60 persen. Tetapi hal itu tidak tercapai karena Tim Kampanye Nasional (TKN) tidak memaksimalkan peran para relawan menjelang hari pencoblosan," ujar Benget kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Berdasarkan hasil quick count lembaga survei yang kredible, suara Jokowi-KI Ma`ruf ada dikisaran 54 sampai 55 persen, sedangkan Paslon 02 Prabowo-Sandi dikisaran 44 sampai 45 persen.

Bengat menyayangkan sikap TKN yang kurang mampu membangun kolaborasi dengan relawan Jokowi - Maruf Amin. Misalnya dalam pendataan pemilih tambahan atau pemilih pindah TPS, TKN seharusnya bisa mengarahkan semua relawan terjun ke lapangan menggarap pemilih pindah TPS tersebut.

Benget memprediksi jumlah pemilih tambahan ini sangat banyak, dan pada saat pencoblosan hari Rabu, 17 April itu mereka gagal memilih karena tidak mendapatkan formulir model A5.

"TKN bisa saja memerintahkan kita turun ke bawah menggarap pemilih tambahan atau pemilih pindah TPS, tetapi hal itu tidak ada sama sekali," jelas Benget.

Jumlah pemilih pindah TPS kata dia lagi sangat potensial mendongkrak perolehan suara Jokowi - Maruf Amin.

"Sayangnya tak ada arahan kepada relawan. Mestinya masalah pemilih tambahan yang ingin mendapat formulir model A5 bisa diserahkan ke relawan,"ucap Benget Simbolon.

Menurut data yang ada, kata Benget, ada sekitar 2.000 relawan terdaftar di TKN. Dari jumlah itu, disebutkan sekitar 45 persen merupakan relawan tumpangan calon legislatif (caleg) dan selebihnya atau 15 persen adalah relawan murni.

"Celakanya, justru relawan murni ini digunting, padahal mereka murni sebagai relawan," tukas Bengat.

Bagi Bengat, perolehan suara Jokowi-Maruf Amin bisa mencapai 55 persen karena publik sadar akan prestasi atau keberhasilan Jokowi sebagai presiden dalam melaksanakan pembangunan.

Juga karena pernyataan dari clCawapres Kiai Maruf Amin pada saat debat yang menyebutkan arus baru ekonomi Indonesia.

"Pernyataan ini diyakini berhasil mikat dan menarik calon pemilih sehingga mendukungnya," tegas Bengat.

Hal lain yang menjadi catatan Bengat adalah ucapan Capres Prabowo Subianto pada saat debat terakhir yang menyinggung soal TNI. Menurut Benget, ucapan Prabowo saat itu membuat swing voters justru memantapkan dukungan ke Jokowi-Maruf Amin.

TAGS : Bengat Simbolon Relawan TKN




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :