Senin, 17/01/2022 05:02 WIB

Miris, Hanya 19 Bahasa Daerah Berstatus Aman

Pasalnya hingga saat ini hanya 19 bahasa daerah yang berstatus aman. Sementara puluhan lainnya masuk kategori punah, kritis, hingga mengalami kemunduran.

Anak-anak Suku Badui (foto: Brilio)

Jakarta, Jurnas.com – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dadang Sunendar memandang perlu langkah strategis dalam memelihara kekayaan bahasa yang dimiliki oleh Indonesia.

Pasalnya hingga saat ini hanya 19 bahasa daerah yang berstatus aman. Sementara puluhan lainnya masuk kategori punah, kritis, hingga mengalami kemunduran.

“Dari 668 bahasa daerah yang telah dicatat dan diidentifikasi, baru 74 bahasa yang telah dipetakan vitalitas atau daya hidupnya berdasarkan kajian vitalitas bahasa pada 2011—2017,” ujar Dadang pada Kamis (21/2) di Jakarta.

“Kemudian, terdapat 11 bahasa yang dikategorikan punah, empat bahasa kritis, 22 bahasa terancam punah, dua bahasa mengalami kemunduran, 16 bahasa dalam kondisi rentan,” imbuh dia.

Dadang memaparkan, pemetaan bahasa daerah di Indonesia belum tuntas, karena belum memasukkan ragam dialek dan sub-dialek.

Dia menargetkan ke depan identifikasi bahasa daerah di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat juga dituntaskan.

“Jumlah hasil pemetaan tersebut tentunya akan bertambah, seiring bertambahnya jumlah daerah pengamatan dalam pemetaan berikutnya,” ungkap Dadang.

Kepunahan bahasa daerah masih menjadi tantangan yang signifikan dalam meningkatkan kontribusi keanekaragaman bahasa dan multilingualisme, untuk pembangunan yang berkelanjutan di bidang pendidikan.

Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), keanekaragaman bahasa dan multilingualisme dapat menjadi bagian integral untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu mendorong pendidikan berkualitas dan merata, dan pendidikan sepanjang hayat.

Ditargetkan, penggunaan bahasa daerah dan pendidikan multilingualisme dapat mendorong pemerataan pendidikan yang berkualitas untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Data UNESCO mengungkapkan keanekaragaman bahasa semakin terancam, karena semakin banyak bahasa yang hilang. Setiap dua minggu rata-rata satu bahasa hilang. Hal itu setara dengan hilangnya warisan budaya dan intelektual bangsa itu sendiri.

TAGS : Bahasa Daerah Dadang Sunendar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :