Minggu, 28/11/2021 01:04 WIB

Novel Baswedan: Semoga Jokowi Punya Keberanian

KPK membuat monumen jam waktu terkait lambannya penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Presiden Jokowi diminta berani untuk menuntaskan kasus tersebut.

Novel Baswedan

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat "monumen jam waktu" terkait lambannya penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Presiden Jokowi diminta berani untuk menuntaskan kasus tersebut.

Jam waktu dipasang di pelataran Gedung KPK, untuk mengingatkan pemerintahan Presiden Jokowi agar segera menuntaskan kasus teror terhadap penyidik senior KPK tersebut.

"Sampai sekarang serangan itu belum diungkap sama sekali, saya katakan belum diungkap karena langkah-langkah yang seharusnya sebagai langkah-langkah yang ideal dalam rangka pengungkapan suatu perkara itu tidak dilakukan dengan optimal," kata Novel, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12).

Kata Novel, pembuatan monumen jam waktu tersebut mengingat penanganan kasus teror terhadap KPK tak kunjung dituntaskan. Dimana, Novel menilai penanganan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya sangat buruk.

"Semoga semua itu tidak terjadi, oleh karena itu saya kembali lagi mendoakan semoga bapak presiden (Jokowi) punya keberanian," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Novel berharap Presiden Jokowi punya keberanian untuk menuntaskan kasus itu. Ia juga mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) guna menggungkap pelaku penyiraman air keras itu.

"Tentunya sangat memalukan, sangat memilukan ketika ada aparatur negara diserang dan kemudian itu dibiarkan," tegas Novael

Menurutnya, dengan pembiaran teror terhadap penegak hukum, khususnya penyidik KPK bakal berdampak buruk pada penanganan kasus tindak kejahatan korupsi di tanah air.

"Dan semuanya tidak ada yang dijelaskan, tidak ada yang diungkap, tidak ada yang dibicarakan dalam hal-hal yang seharusnya terjadi dalam suatu perbuatan-perbuatan teror," tegasnya.

TAGS : Novel Baswedan Penyidik KPK Kasus Air Keras




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :