Minggu, 17/10/2021 00:40 WIB

Trump Bantah Berkolusi dengan Rusia

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membantah telah berkolusi dengan Rusia selama masa kampanye 2016 silam.

Trump dan Putin tersenyum dan berdiri berdampingan untuk melakukan foto dalam pertemuan puncak KKT APEC

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membantah telah berkolusi dengan Rusia selama masa kampanye 2016 silam.

Akan tetapi, Presiden AS memilih tak berkomentar saat ditanya soal kemungkinan dirinya terlibat langsung dalam pemberian uang tutup mulut, terkait skandal seks selama menjalankan Gedung Putih.

“Setelah satu tahun dan jutaan halaman dokumen dengan biaya lebih dari US$30 juta, tidak ada kolusi,” tegasnya dilansir dari AFP pada Minggu (9/12).

Sebelumnya, jaksa penuntut menemukan keterlibatan Trump dalam upaya tutup mulut kepada dua perempuan yang diduga telah berselingkuh dengannya.

Eks pengacara Trump, Michael Cohen kemudian mengungkap fakta bahwa Trump memintanya untuk menawarkan uang suap kepada dua perempuan tersebut.

“Sehubungan dengan kedua pembayaran, Cohen bertindak dengan maksud memengaruhi pemilihan presiden 2016,” jelas jaksa.

Cohen juga menyebut ada tawaran rahasia Rusia kepada Trump, setahun sebelum pemilihan presiden 2016 lalu.

Cohen, yang kini bertindak membantu penyelidikan Rusia, menyebut ada seseorang asal Rusia yang mengajukan tawaran kepada Trump pada November 2015, untuk kerja sama politik.

“Cohen berbicara kepada orang yang dipercaya di Federasi Rusia, yang menawarkan kampanye sinergi politik dan sinergi pada tingkat pemerintah,” ujar penasihat khusus penyelidikan Rusia Robert Mueller dilansir dari AFP pada Sabtu (8/12).

Tawaran itu tak hanya datang satu kali. Menurut Mueller, orang tak dikenal tersebut bahkan mengusulkan pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan alasan pertemuan itu memiliki dampak fenomenal.

“Tidak hanya dalam politik namun juga bisnis,” terangnya.

TAGS : Donald Trump Penyelidikan Rusia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :